Ketua PBNU Menilai Ada kekeliruan dalam Memahami Jihad

  • Whatsapp
Ketua PBNU Menilai Ada kekeliruan dalam Memahami Jihad
Ketua PBNU Robikin Emhas. [Ist]

Monitorindonesia.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai ada pemahaman yang keliru terkait aksi kejahatan terorisme di Indonesia sebagai bentuk jihad. Pemahaman tersebut sangat keliru karena Indonesia sebagai negara damai.

“Kekeliruan yang lain adalah dalam memahami jihad,” ujar Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas, Kamis (1/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Robikin, jihad adalah ikhtiar atau sungguh-sungguh dalam mengendalikan hawa nafsu agar tidak melakukan destruktif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Jihad lainnya adalah berikhtiar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berjuang agar masyarakat bangsa menikmati kesejahteraannya berbagai bidang termasuk bidang ekonomi.

Lebih lanjut Robikin mengatakan, karena ilmu pengetahuan dan teknologi sudah maju, perekonomian, kesejahteraan juga sudah meningkat, maka dua aspek diaras akan menjadi pilar bangunan peradaban yang kokoh yang agung yang luhur.

“Itulah sebetulnya perintah agama,” kata Robikin.

Terkait aksi teror dengan mengatasnamakan agama, Robikin menilai hal tersebut merupakan kekeliruan dalam memahami pesan-pesan agama. Agama Islam dan tentu juga agama lainnya tidak ada yang mengajarkan kekerasan, apalagi teror.[man]

Pos terkait