Ketua PBNU Sebut 6.000 Terduga Teroris Belum Tertangkap

  • Whatsapp
Ketua PBNU Sebut 6.000 Terduga Teroris Belum Tertangkap
Ketua PBNU Said Aqil Siradj.[ist]

Monitorindonesia.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengaku mendapatkan informasi bahwa ada sekitar 6.000 terduga teroris di Indonesia yang belum tertangkap. Diduga ribuan terduga teroris itu bagian dari jaringan Jamaah Asharut Daulah (JAD).

“Konon masih ada 6 ribu teroris yang belum ketangkap. Saya yakin ini merupakan jaringan dari Filipina Selatan, kemudian Poso, kemudian ke mana-mana. Ini jaringan JAD,” kata Said dalam sebuah seminar virtual, Selasa (30/3/2021).

Menurut Said, kelompok JAD bisa lebih ekstrem ketimbang Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir. Sebab, JAD beranggapan, seluruh pihak yang berseberangan dengan mereka adalah kafir.

“JAT Abu Bakar Baasyir itu yang disasar nonmuslim, gereja, nonmuslim yang harus dihabisin. Kalau JAD, kita semua halal darahnya,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Said juga menyesalkan peristiwa bom bunuh diri di depan Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).
Menurut dia, insiden itu menambah beban masyarakat di tengah pandemi virus corona yang sedang melanda Indonesia.

Menurutnya, insiden itu membuktikan bahwa saat ini bahaya laten terorisme masih mengancam Indonesia. Bahkan, Said menyebut bahaya terorisme lebih mengancam dibanding bahaya laten paham komunisme.

“Mohon maaf, saya berani mengatakan bukan PKI bahaya laten kita, tapi radikalisme dan terorisme yang selalu mengancam kita sekarang ini,” tandasnya.[odr]

 

Pos terkait