Khawatir Uji Coba Sekolah Tatap Muka Jadi Kluster Baru, Begini Saran Politisi Gerindra

  • Whatsapp
Khawatir Uji Coba Sekolah Tatap Muka Jadi Kluster Baru, Begini Saran Politisi Gerindra

Monitorindonesia.com – Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan DKI akan melakukan uji coba tahap II sekolah tatap muka yang akan dimulai pada tanggal 7 Juni 2021. Uji coba yang dilaksanakan selama tiga Minggu itu sebagai lanjutan uji coba tahap pertama dengan diperluas sebanyak 99 sekolah.

Menanggapi hal itu, Anggota Komis E DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani mengaku masih khawatir akan terjadinya kluster sekolah. Sebab uji coba tersebut digelar di tengah kondisi Pandemi yang jumlah kasusnya masih fluktuatif. Di tambah lagi adanya varian baru Covid-19 dari India B1617 tengah merebak di Ibukota.

“Pelaksanaan sekolah tatap muka di tengah kondisi pandemi yang belum berakhir tentu belum aman untuk dilaksanakan. Ditambah lagi adanya temuan baru kasus Covid-19 varian baru dari India di DKI,” kata Rani saat dikonfirmasi, Jum’at (21/5/2021).

Meski demikian menurut politisi Gerindra itu, keberhasilan uji coba sekolah tatap muka bergantung dari kematangan tiap sekolah dalam mempersiapkan sarana dan prasarana agar pelaksanaan protokol kesehatan bisa dilakukan secara maksimal. Selain itu komitmen untuk selalu disiplin dari tenaga pengajar dan petugas skeolah sangat berperan dalam upaya pencegahan wabah Covid-19 di sekolah.

“Supaya tidak ada penularan Covid-19, sekolah harus mempersiapkan secara matang semua fasilitas untuk menunjang pelaksanaan protokol kesehatan bisa dioptimalkan. Serta memastikan sumber daya manusia (SDM) terkait seperti guru, murid dan pertugas sekolah sudah berkomitmen untuk disiplin menjalankan prokes,”ucap dia.

Selain itu, Rani melanjutkan, pihak sekolah harus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka. Rani mengungkapkan, bukan hal mudah untuk menerapkan prokes di sekolah, salah satunya mencegah kerumuan saat siswa sedang berinteraksi. “Engga bisa sendiri untuk menghadapi situasi Pandemi saat ini. Misalnya saat berinteraksi, siswa di sekolah berpotensi menimbulkan kerumunan. Padahal hal itu melanggar prokes dan dikhawatirkan kermunan bisa mengakibatkan adanya infeksi virus Covid-19. Hal-hal seperti itu harus diantisipasi agar pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka tidak menjadi kluster baru,” terang Rani.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba tatap muka tahap pertama yang dilakukan padda 7-29 April 2021. Uji coba tersebut melibatkan 85 sekolah. (Zat)

Pos terkait