Klaster Perkantoran Meningkat, Anies Dinilai Lemah Dalam Pengawasan

  • Whatsapp
Masuk Zona Orange, Warga Ibukota Bakal Shalat Taraweh di Rumah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.[ist]

Monitorindonesia.com – Kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan wabah Covid-19 disoal kalangan dewan.

Prihal melonjaknya kasus Covid-19 di perkantoran dinilai masih lemahnya pengawasan di perusahaan. Hal tersebut dikatakan anggota PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

Bacaan Lainnya

“Kantor kemungkinan mulai abai soal pembatasan. Seperti tidak memberlakukan sistem kerja 50 persen kerja di kantor dan kerja di rumah,” kata Anggara, di Jakarta, Senin (25/4).

Hal itu terlihat dari semakin padatnya jumlah kendaraan yang melintasi jalan raya ibu kota dan semakin padatnya aktivitas di angkutan umum.

“Dinas Perhubungan sendiri mengatakan bahwa angka kemacetan jakarta saat ini sudah hampir sama seperti sebelum PSBB dahulu,” urainya.

Dia menduga tingginya angka penularan virus Corona di perkantoran lantaran pegawai tidak secara ketat menerapkan protokol kesehatan saat bekerja. Menurutnya kelalaian itu membuat berdampak pada penyebaram yang makin tinggi.

Anggara meminta, Satpol PP DKI dan Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) perlu melakukan sidak (inspeksi mendadak). Tidak hanya dengan melakukan sidak lapangan, tapi juga melakukan pengecekkan sistem kerja di perkantoran tersebut.

Dia menambahkan untuk mengentaskan kasus Corona di Ibukota diperlukan adanya kesadaran bersama bahwa wabah Covid-19 masih masih membahayakan.” Diperlukan komitmen bersama untuk selalu menerapkan aturan dan protokol terkait kesehatan di segala aspek kehidupan kita,” pungkasnya. (Zat)

Pos terkait