Kota Bekasi Berlakukan SIKM

  • Whatsapp
Kota Bekasi Berlakukan SIKM
Kantor Pemerintah Kota Bekasi. [Foto/Ist]

Bekasi, Monitorindonesia.com – Pemerintah kota Bekasi meniadakan mudik Idul Fitri 1442 H. Kota Bekasi mulai diberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warganya mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Pemkot Bekasi telah menetapkan Pedoman izin Keluar bagi Warga Kota Bekasi. Dasarnya adalah Surat keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 551.1/Kep.228-Dishub/V/2021.

Bacaan Lainnya

“Kebijakan ini mengikuti instruksi pemerintah pusat yang telah resmi melarang kegiatan mudik Lebaran di semua wilayah, pada 6-17 Mei 2021,” demikian siaran pers Pemkot Bekasi yang diterima Sabtu (8/5/2921).

Kota Bekasi masuk wilayah aglomerasi Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Mudik lokal alias mudik aglomerasi juga tidak diperbolehkan.

Aktivitas nonmudik di wilayah aglomerasi Jabodetabek harus tetap memakai SIKM di Dinas Perhubungan K0ta Bekasi.

Adapun Pengecualian Operasi Peniadaan Mudik dilakukan hanya bagi:
a. Orang yang bekerja/sedang perjalanan dinas (ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta);
b. Kunjungan keluarga sakit;
c. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal dibuktikan dengan membawa surat kematian;
d. Ibu hamil (dengan 1 orang pendamping);
e. Orang dengan kepentingan melahirkan (maksimal 2 orang pendamping);
f. Pelayanan kesehatan darurat.

Dinas Perhubungan K0ta Bekasi berhak memberikan surat izin keluar dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah berlaku untuk perjalanan Dinas.
b. Surat pengantar dari Ketua RT dan Ketua RW tempat tinggalnya serta mendapat legalisir dari kelurahan;
C. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak bermeterai sesuai alasan kepentingan bepergian;
d. Surat keterangan hasil rapid test antigen/swab test (berlaku 1×24 jam) sebelum keberangkatan yang dibuktikan dengan stempel basah.[mar]

Pos terkait