Kota Osaka Jepang “Rubuh” Diserang Covid-19

  • Whatsapp
Kota Osaka Jepang "Rubuh" Diserang Covid-19

Osaka, Monitorindonesia.com – Banyak rumah sakit di Osaka kota kedua terbesar di Jepang sedang genting karena gelombang besar infeksi Covid-19, kehabisan ranjang dan ventilator rumah sakit. Ditambah lagi keadaan dokter yang sudah kelelahan menjadi peringatan rubuhnya sistem kesehatan dan menyarankan untuk larangan pelaksanaan Olimpiade musim panas ini.

Wilayah bagian barat Jepang dengan jumlah penduduk 9 juta jiwa sedang menghadapi dampak gelombang keempat pandemic Covid-19, memperhitungkan sepertiga dari total kasus kematian di seluruh negeri pada bulan Mei meskipun itu merupakan 7% dari total penduduknya.

Kecepatan Sistem layanan kesehatan Osaka kewalahan karena tantangan utama sebagai tuan rumah pada rencana pelaksanaan acara olahraga dunia dalam dua bulan khususnya sekitar setengah dari petugas kesehatan Jepang telah melakukan vaksinasi.

“Sederhananya, keadaan sistem layanan kesehatan semakin memburuk,” tutur Yuji Tohda, direktur Kindai University Hospital di Osaka.

“Tingginya kasus infeksi varian dari Inggirs dan sikap acuh tak acuh memicu membludaknya jumlah pasien.”

Jepang telah menghindari jumlah infeksi yang besar yang dialami oleh negara lain tetapi gelombang pandemic keempat yang terjadi di Osaka seperti badai dengan kasus baru 3.849 positif dalam seminggu Kamis (20/05/2021).

Ini artinya peningkatannya lebih dari lima kali lipat dari koresponden selama tiga bulan lalu.
Sekitar 14% dari 13,770 jumlah pasien yang terinfeksi positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, sisanya menolak untuk dirawat. Rata-rata rawat inap terakhir di Tokyo sekitar 37%.

Satu panel penasihat pemerintah melihat jumlah rata-rata kurang dari 25% dipicu karena pemberlakuan keadaan darurat.

Pada Kamis (20/05/2021) 96% dari 348 ranjang di rumah sakit Osaka ditempati oleh pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Sejak Maret, sebanyak 17 orang meninggal diluar administrasi rumah sakit, pihak berwenang mengungkapkan.

Varian tersebut bisa menyerang orang muda sekalipun dengan cepat dan langsung sakit parah, pasien akan sulit untuk sembuh, ujar Toshiaki Minami, direktur Osaka Medical and Pharmaceutical University Hospital (OMPUH).

“Saya yakin sampai saat ini banyak anak muda yang berpikir bahwa mereka tidak akan gampang terjangkit virus. Tetapi itu tidak berlaku untuk kasus saat ini. Semua orang sama-sama berisiko tinggi.” [Yohana RJ]

 

Sumber : VOA

Pos terkait