KPK Kembali Ajukan Banding Atas Rendahnya Vonis Nurhadi

  • Whatsapp
dewas-kpk-penyerahan-tugas-75-penyidik
Gedung KPK Jakarta.[dok]

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tipikor terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

“Iya benar diajukan tim jaksa KPK melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menyerahkan memori banding, Jumat kemarin (30/4),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri Ali dalam keterangan tertulisnya, Senin (03/5/2021).

Selain Nurhadi, lanjut Ali, banding juga dilakukan KPK terhadap menantunya, Rezky Herbiyono. KPK menilai hukuman terhadap keduanya tidak sepadan dengan tuntutan serta fakta persidangan.

“KPK berharap majelis hakim tingkat banding mempertimbangkan dan memutus sebagaimana apa yang disampaikan tim JPU dalam uraian memori banding dimaksud,” jelas Ali.

KPK mengajukan upaya hukum banding vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono. Ali mengatakan, keputusan banding diambil KPK lantaran vonis terhadap Nurhadi dan Rezky terlalu rendah dibanding tuntutan JPU.

Selain itu, hakim juga tak mempertimbangkan tuntutan uang pengganti terhadap Nurhadi. Apalagi, nilai suap dan gratifikasi Nurhadi dan Rezky tak sesuai dengan tuntutan JPU.

Sebelumnya, Tim JPU KPK tengah menyiapkan memori banding untuk diberikan kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

Tim JPU KPK tengah menyiapkan memori banding untuk diberikan kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

“Kami akan segera menyusun argumentasi dalam memori banding terkait hal tersebut yang kemudian akan diserahkan kepada PT Jakarta melalui PN Jakarta Pusat,” kata Ali.

Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono divonis 6 tahun pidana penjara denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Dalam tuntutan, JPU meminta hakim memvonis Nurhadi 12 tahun sementara Rezky 11 tahun penjara.

Majelis hakim menyebut Nurhadi dan Rezky Herbiyono menerima gratifikasi sebesar Rp 13.787.000.000. Penerimaan gratifikasi itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK yang menyebut Nurhadi dan Rezky menerima gratifikasi senilai Rp 37.287.000.000.

Sementara uang suap yang diterima Nurhadi juga lebih rendah dari tuntutan Jaksa. Nurhadi diyakini hanya menerima suap sebesar Rp 35.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.[man]

 

Pos terkait