KPK Tak Dilibatkan di Satgas BLBI, Ini Penjelasan Menkopolhukam

  • Whatsapp
KPK Tak Dilibatkan di Satgas BLBI, Ini Penjelasan Menkopolhukam
Menkopolhukam Mahfud MD.[ist]

Monitorindonesia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Satuan Tugas (Satgas) Penagih Utang terkait bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Sementara Kepolisian dan Kejagung dilibatkan untuk mengembalikan duit negara dari pengemplang tersebut yang nilai sementara Rp 108  triliun.

Terkait dengan hal itu, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan, tidak diikutsertakannya KPK dalam Satgas karena KPK merupakan lembaga penegak hukum pidana.

“Kalau KPK diikutkan tidak tepat. Pertama, KPK itu lembaga penegak hukum pidana,” kata Mahfud MD sebagaimana dikutif dari video tersebut pada Senin (12/4/2021).

Selain itu, lanjut dia, karena KPK merupakan lembaga dalam rumpun eksekutif, tapi bukan bagian dari pemerintah. Mahfud mengatakan Jokowi tak melibatkan KPK demi menjaga independensi lembaga antirasuah itu.

Mahfud menegaskan KPK tetap bisa mengusut dugaan korupsi terkait BLBI. Dia juga menyebut dirinya telah berkoordinasi dengan KPK karena perlu data-data pelengkap dari KPK.

“Karena KPK tentu punya data-data lain di luar perdata yang bisa ditagihkan,” katanya.

Susuan dan tugas keanggotaan Satgas hak tagih BLBI itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2021.

Berikut daftar pengusaha penerima dana BLBI:

1. Agus Anwar (Pemilik Bank Pelita)
2. Hashim Djojohadikusumo (Bank Papan Sejahtera, Bank Pelita, dan Istimarat)
3. Samadikun Hartono (Bank Modern)
4. Kaharuddin Ongko (Bank Umum Nasional)
5. Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian)
6. Atang Latief (Bank Indonesia Raya)
7. Lidia Muchtar (Bank Tamara)
8. Omar Putihrai (Bank Tamara)
9. Adisaputra Januardy (Bank Namura Yasonta)
10. James Januardy (Bank Namura Yasonta)
11. Marimutu Sinivasan (Bank Putera Multikarsa)
12. Santosa Sumali (Bank Metropolitan dan Bank Bahari)
13. Fadel Muhammad (Bank Intan)
14. Baringin MH Panggabean (Bank Namura Internusa)
15. Joseph Januardy (Bank Namura Internusa)
16. Trijono Gondokusumo (Bank Putera Surya Perkasa)
17. Hengky Wijaya (Bank Tata)
18. Tony Tanjung (Bank Tata)
19. I Gde Dermawan (Bank Aken)
20. Made Sudiarta (Bank Aken)
21. Tarunojo Nusa Wijaya(Bank Umum Servitia)
22. David Nusa Wijaya (Bank Umum Servitia)
23. Liem Sioe Liong/Anthony Salim/Salim Grup (Bank Central Asia)
24. Mohammad “Bob” Hasan (Bank Umum Nasional)
25. Sjamsul Nursalim (Bank Dagang Nasional Indonesia/BDNI)
26. Sudwikatmono (Bank Surya)
27. Ibrahim Risjad (Bank Risjad Salim Internasional)
28. Bambang Trihatmodjo (Bank Alfa)
29. Suryadi/Subandi Tanuwidjaja (Bank Sino)
30. Keluarga Ciputra (Bank Ciputra)
31. Aldo Brasali (Bank Orient)
32. Sofjan Wanandi (Bank Danahutama).[odr]

Pos terkait