KPK Tercoreng, Aktivis Mahasiswa Bilang Butuh Pola Pikir Kritis untuk Lawan Korupsi

  • Whatsapp
KPK Tercoreng, Aktivis Mahasiswa Bilang Butuh Pola Pikir Kritis untuk Lawan Korupsi
Webinar yang digelar KMI bertema "Puasa dan Spirit Anti Korupsi", Kamis kemarin (22/4/2021) di Kantor Sekretariat KMI, Jakarta Pusat. Diskusi menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif CBA Uchok Khadafi, Presma Universitas Trisakti, Andi Rachmat Santoso dan Ketua BEM Universitas Jayabaya, Moh Rafli.

Monitorindonesia.com – Kasus korupsi yang marak terjadi di Indonesia, dan seolah-olah membudaya membutuhkan penanganan serius dari semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta sampai masyarakat. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga antikorupsi terpercaya tercoreng oleh kasus pencurian barang bukti dan pemerasan yang dilakukan oleh penyidik.

Hal ini mengemuka dalam acara Webinar yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertema “Puasa dan Spirit Anti Korupsi”, Kamis kemarin (22/4/2021) di Kantor Sekretariat KMI, Jakarta Pusat. Diskusi menghadirkan narasumber antara lain, Presma Universitas Trisakti, Andi Rachmat Santoso dan Ketua BEM Universitas Jayabaya, Moh Rafli.

Andi Rachmat Santoso mengatakan, tidak dipungkiri bahwa korupsi di Indonesia telah membudaya. Menurutnya, apabila diamati bahwa korupsi dan rasisme secara tidak telah membentuk pola pikir.

“Karena sudah membudaya, akhirnya mereka melegalkannya. Kita tahu bahwa perbuatan merupakan manifestasi dari sebuah pikiran dan pikiran merupakan manifestasi dari cara kita bersosial. Dari sana kita faham bahwa korupsi berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang mengakar menjadi budaya,” katanya.

Maka untuk melawan korupsi, menurut Andi Rachmat, dibutuhkan pola pikir-pola pikir yang kritis dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk dalam bualan puasa ini, bisa menjadi momentum yang baik untuk melawan budaya korupsi.

“Nah, dengan momentum puasa ini, kita bisa belajar bahwa puasa bukan hanya menahan lapar akan tetapi juga menahan nafsu termasuk keinginan korupsi karena korupsi menjadi masalah bagi ekonomi, sosial dan ketatanegaraan,” ujarnya.

Kesempatan sama, Ketua BEM Universitas Jayabaya, Moh Rafli mengungkapkan, sebagai generasi muda dan calon pemimpin masa depan, harus memulai dari diri sendiri untuk tidak berperilaku koruptif dan berani dalam memberantas korupsi serta mendukung kinerja KPK sebagai lembaga antikorupsi.

“Mulailah dari sekarang dan mulailah dari diri sendiri untuk berlaku jujur,” ungkap Rafli. (Ery)

 

Pos terkait