KPK Terus Dalami Kasus Pengadaan Tanah Di Pondok Rangon

  • Whatsapp
KPK Terus Dalami Kasus Pengadaan Tanah Di Pondok Rangon
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (ist)

 

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri hari ini mengatakan, tim Penyidik KPK mengagendakan memeriksa Rali Akbar Rafsanjani Staf Penilai di KJPP Wahyono Adi dan Rekan dan Yurisva Lady Enggraeni seorang Notaris dalam perkara dugaan TPK terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

“Hari ini dua orang saksi di TPK terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019, pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih,
Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” kata Ali dalam keterangannya, Senin (29/3/2021).

Seperti diketahui, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menonaktifkan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan. Penonaktifan tersebut dilakukan setelah adanya penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat lalu (05/03/201).

Plt Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Riyadi menyampaikan hal tersebut diputuskan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 212 Tahun 2021 tentang Penonaktifan Direktur Utama dan Pengangkatan Direktur Pengembangan Sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

“Pak Gubernur saat itu langsung mengambil keputusan untuk menon-aktifkan yang bersangkutan. Atas kasus tersebut, Yoory akan mengikuti proses hukum dengan menganut asas praduga tak bersalah,” kata Riyadi pada Senin (08/03/2021).

Untuk itu, Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Indra Sukmono Arharrys ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Perumda Pembangunan Sarana Jaya paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak ditetapkannya Keputusan Gubernur, dengan opsi dapat diperpanjang.

Terakhir, Yoory C Pinontoan telah menjabat sebagai Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak 2016 setelah sebelumnya menjadi Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan meniti karir sejak tahun 1991. (Fanal Sagala).

Pos terkait