KPK Tetapkan Bupati Muara Enim sebagai Tersangka

  • Whatsapp
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim sebagai Tersangka
Deputi Penindakan KPK Karyoto.[ist]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka terhadap Bupati Muara Enim, Juarsah. Dia disangka terlibat kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Muara Enim tahun 2019.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019. Bersamaan dengan dilakukannya Penyidikan sejak tanggal 20 Januari 2021, KPK selanjutnya menetapkan seorang tersangka yakni JRH (Juarsah),” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto, Senin (15/2).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan status yang sama kepada mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, Aries HB selaku Ketua DPRD Muara Enim, Ramlan Suryadi selaku Plt Kadis PUPR, Elfin MZ Muhtar selaku Kabid Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Selain itu seorang pihak swasta bernama Robi Okta Fahlefi.

“Jadi penetapan tersangka terhadap Juarsah merupakan pengembangan dari kasus serupa yang telah menjerat kelima orang tersebut yang telah divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Juarsah diduga turut menyepakati dan menerima commitment fee dengan nilai 5 persen dari total nilai proyek pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019. “Salah satunya dari Robi Okta Fahlefi sebagai kontraktor proyek. Setidaknya, Juarsah selaku Wakil Bupati Muara Enim pada saat itu diduga menerima commitment fee sekitar Rp 4 miliar secara bertahap melalui perantara Elfin,” jelas Karyoto.[MI/odr]

Pos terkait