KPK Tetapkan Pejabat Ditjen Pajak Tersangka

  • Whatsapp
koalisi-antikorupsi-ketua-kpk-tes-wawasan-antikorupsi
Ketua KPK Firli Bahuri.[Ist]

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji (APA) sebagai tersangka suap pengurangan nilai pajak. Pejabat Ditjen Pajak tersebut diduga menerima suap hingga puluhan miliar rupiah.

“Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan (APA) sebagai tersangka,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Bacaan Lainnya

Firli mengungkapkan penyelidikan kasus tersebut sudah dimulai sejak bulan Februari 2021 lalu. Angin diduga bersalah terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan.

kpk-tetapkan-pejabat-ditjen-pajak-tersangka
Angin Prayitno Aji [Foto-kemenkumham]
Angin disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Angin beserta pejabat Ditjen pajak lainnya diduga terlibat suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Ditjen Pajak Kemkeu. KPK sedang menyidik kasus dugaan suap bernilai puluhan miliar rupiah terkait penurunan nilai pajak di Ditjen Pajak Kemkeu.

Informasi yang dikumpulkan, baru dua pejabat pajak yang telah menyandang status tersangka kasus ini, yaitu Angin serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak.

kpk
Sri Mulyani [Foto-pinterpolitik]
KPK diharapkan tak hanya memeriksa dua pejabat tersebut, tapi juga pejabat lainnya seperti Kepala Inspektorat Pemeriksaan Pajak Ditjen Pajak, Ditjen Pajak sendiri dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

 

Angin dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, serta Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.[lin]

Pos terkait