KPK Tidak Mau Menggantung Berkas Kasus Pelindo II

  • Whatsapp
KPK Tidak Mau Menggantung Berkas Kasus Pelindo II

 

Monitorindonesia.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau lagi menggantung berkas untuk tersangka sekaligus mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Persero, Richard Joost (RJ) Lino.

Bacaan Lainnya

Plt jubir KPK Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya terus mengkebut dan menyelesaikan berkasa perkara RJ Lino agar segera bisa disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta.

“Kami akan berupaya menyelesaikan pemberkasan perkara tersebut untuk segera dapat dilimpahkan kepada pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor),” kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Ali menyebut, KPK akan segera memanggil saksi untuk menguatkan bukti dalam berkas perkara rasuah yang dilakukan RJ Lino.

Saat ini Lembaga Antikorupsi punya waktu 20 hari ini pemberkasan kasus.

“Penahanan selama 20 hari tentu akan dipergunakan untuk melengkapi berkas perkara, baik syarat formil maupun materiilnya,” kata Ali.

Jika dalam 20 hari pemberkasan tidak selesai, KPK akan meminta waktu lagi untuk menyelesaikan pemberkasan.

“KPK tentu memahami harapan masyarakat terkait penyelesaian perkara yang sudah lebih lima tahun tersebut,” kata Ali.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, RJ Lino, pada Jumat (26/3/2021).

Ia ditahan setelah rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.

Wakil ketua KPK Alexander Marwata memgatakan, RJ Lino bakal menjalani masa tahanan pertamanya selama 20 hari kedepan setelah sempat melenggang bebas selama lebih dari lima tahun pasca-ditetapkan sebagai tersangka. RJ Lino ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK.

“Hari ini KPK menyampaikan informasi penahanan terhadap mantan Dirut Pelindo II RJL,” kata Wakil Ketu KPK, Alexander Marwata saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2021).

Sementara itu Rj Lino sendiri mengaku senang akhirnya ada kepastian hukum terhadao dirinya, namun dia membantah terkait dugaan korupsi yang ditetapkan oleh KPK

Sebelum tinggal di sel tahanannya, RJ Lino bakal bakal menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di Rutan Gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, katanya.

Diketahui, Richard Joost Lino (RJ Lino) tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan tiga QCC PT Pelindo II pada anggaran 2010. Dia diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya untuk meperkaya diri sendiri serta koorporasi.

RJ Lino diduga melakukan penunjukan langsung perusahaan asal China, Wuxi Huadong Heavy Machinery Co, Ltd dalam pengadaan tiga QCC yang dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang.

Atas perbuatannya, RJ Lino disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (Fanal Sagala)

Pos terkait