Lapangan Pekerjaan di DKI Minim, Jumlah Kaum Disabilitas yang Bekerja Rendah

  • Whatsapp
Lapangan Pekerjaan di DKI Minim, Jumlah Kaum Disabilitas yang Bekerja Rendah

Monitorindonesia.com – Rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas menjadi permasalahan di Ibukota. Salah satu penyebabnya yaitu ketersediaan lapangan pekerjaan lebih banyak di sektor layanan jasa dan ritel ketimbang sektor industri.

Untuk itu Pemprov DKI Jakarta elakukan percepatan penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang ketenagakerjaan agar ada kesamaan hak asasi bagi penyandang disabilitas untuk lebih maju dan berkembang secara adil, mandiri, dan tanpa diskriminasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, untuk penyandang disabilitas bidang pekerjaan diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder baik dari lingkup satuan kerja perangkat daerah atau SKPD terkait maupun lingkup nasional.

“Mengingat isu disabilitas adalah isu lintas sektor, sehingga penangannya memerlukan keterlibatan dan kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan, baik dalam lingkup nasional maupun lingkup-lingkup regional provinsi dan kabupaten/kota,” kata Andri saat rapat koordinasi (Rakor) di Balai kota DKI Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Rakor tersebut juga dilakukan bersana Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemko PMK), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Selain itu, Pemprov DKI melakukan percepatan penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang ketenagakerjaan. “Hal itu guba mewujudkan kesamaan hak asasi bagi penyandang disabilitas agar dapat maju dan berkembang secara adil, mandiri, dan tanpa diskriminasi,” ucapnya.

Andri berharap, dengan adanya kegiatan Percepatan Penyelenggaraan ULD Bidang Ketenagakerjaan Tahun 2021 ini, Pemerintah dapat hadir berperan aktif memberi dukungan kepada penyandang Disabilitas khususnya di bidang ketenagakerjaan.

“Selain itu, juga dapat memberikan layanan melalui penyelenggaraan ULD bidang Ketenagakerjaan kepada kelompok tenaga kerja penyandang disabilitas. Sehingga, kesempatan dalam memperoleh pekerjaan yang layak menjadi lebih luas dan mereka dapat berpartisipasi di dalamnya,” beber dia.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus 2020, jumlah penduduk usia kerja penyandang disabilitas sebanyak 17,95 juta orang. Sementara yang masuk ke angkatan kerja, sebanyak 7,99 juta orang. Dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Penyandang Disabilitas hanya sekitar 44%. Angka ini jauh di bawah angka TPAK Nasional yang sebesar 69%.

Sedangkan, jumlah penyandang disabilitas yang bekerja sebanyak 7,57 juta orang dan jumlah pengangguran terbuka penyandang disabilitas sebesar 247 ribu orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3%. (Zat)

Pos terkait