BREAKINGNEWS

Selain Ketupat, Ini 7 Tradisi Lebaran Unik di Indonesia

Selain Ketupat, Ini 7 Tradisi Lebaran Unik di Indonesia
Tradisi Lebaran di Indonesia (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Lebaran di Indonesia tidak hanya identik dengan ketupat atau pawai obor. Di berbagai daerah, masyarakat memiliki tradisi khas yang diwariskan secara turun-temurun untuk merayakan Hari Raya Idulfitri. Tradisi-tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya yang membuat suasana Lebaran di setiap daerah terasa berbeda.

Meski zaman terus berubah, sejumlah tradisi Lebaran tersebut masih terus dilestarikan oleh masyarakat hingga sekarang. Bagi sebagian orang, tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk rasa syukur sekaligus cara menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan waktu.

Keberagaman tradisi Lebaran di Indonesia menunjukkan betapa kayanya budaya Nusantara. Setiap daerah memiliki cara unik dalam merayakan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.

Berikut tujuh tradisi Lebaran di Indonesia yang masih dilestarikan hingga kini

Grebeg Syawal (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Keraton Yogyakarta rutin menyelenggarakan Grebeg Syawal setiap tahunan sejak abad ke-16. Perayaan ini tepat dilakukan setiap tanggal 1 Syawal atau setiap Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini merupakan representasi rasa syukur setelah berhasil melewati ibadah Ramadhan satu bulan penuh.

Prosesi kirab dengan membawa tujuh gunungan berisi hasil bumi dan berbagai macam makanan menjadi awal rangkaian Grebeg Syawal. Setelah melalui doa bersama, masyarakat yang hadir, akan memperebutkan isi gunungan tersebut. Gunungan ini melambangkan harapan atas kemakmuran dan sebagai wujud berbagi rezeki kepada masyarakat.

Pawai Pengon (Jember)

Masyarakat Jember melaksanakan tradisi Pawai Pegon pada hari ke-7 syawal setiap tahun. Maasyarakat melakukan tradisi ini dengan membuat gerobak yang penuh hiasan janur kuning dan berisi ketupat serta hasil bumi lainnya. Gerobak tersebut kemudian akan ditarik dua sapi untuk mengelilingi desa. 

Tradisi Pawai Pangon juga merepresentasikan keberkahan dan rasa syukur masyarakat setelah menjalankan ibadah bulan ramadhan satu bulan penuh. Ini juga menjadi momen kebersamaan antar masyarakat, baik masyarakat asli maupun para pemudik.

Ranjok Sayak (Bengkulu)

Ronjok Sayak merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Bengkulu. Ronjok Sayak merupakan tradisi membakar batok kelapa yang penyusunannya sampai membentuk tumpukan setinggi sekitar satu meter. Masyarakat melakukan tradisi ini setiap tanggal 1 Syawal yang diiringi dengan doa. 

Festival Meriam Karbit (Kalimantan Barat)

Festival Meriam Karbit merupakan tradisi lebaran yang berhubungan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak. Tradisi ini akan bermula saat terdengar suara meriam yang berbahan dasar karbit. Festival ini berlangsung selama tiga hari.

Perang Topat (Lombok)

Perang Topat atau perang ketupat merupakan tradisi unik dari masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masyarakat akan melakukan doa dan ziarah ke makam leluhur untuk mengawali perang topat. Setelah melakukan keduanya, masyarakat baru akan saling melempar ketupat.

Tellasan Topak (Madura)

Tellasan Topak merupakan Lebaran ketupat yang datang dari Pulau Garam atau Madura. Masyarakat akan menggelar tradisi ini setiap tanggal 7 Syawal, dengan tujuan untuk menolak bala.

Binarudak (Sulawesi Utara)

Binarudak merupakan tradisi dari masyarakat Motoboi Besar, Sumatera Utara. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Masyarakat melakukan tradisi ini dengen memasak nasi jaha bersama-sama selama tiga hari berturut-turut setelah lebaran.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

7 Tradisi Lebaran Unik di Indonesia | Monitor Indonesia