Liverpool Ikut European Super League ! Sebelumnya Jurgen Kloop Menolak, Ada Apa?

  • Whatsapp
Macth Day Terakhir, Klopp: Crystal Palace Lawan yang Sulit
Jurgen Klopp [Foto-Liverpool FC]

Monitorindonesia.com – Liverpool telah memastikan diri menjadi satu di antara 12 peserta pendiri dalam Liga Super Eropa atau European Super League. Pernyataan ini  langsung menjadi buah bibir internasional meski kompetisi tersebut baru diumumkan kesepakatannya pada Minggu (18/4/2021) malam waktu setempat.

Sejumlah klub raksasa mengumumkan kompetisi baru European Super League. Dikutip dari Sky Sports sejumlah klub tersebut adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, AC Milan, Arsenal, Chelsea, Inter, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United dan Tottenham Hotspur. Klub-klub tersebut mengumumkan diri sebagai anggota pendiri.

Bacaan Lainnya

Keputusan Liverpool tersebut langsung memunculkan reaksi negatif dari berbagai kalangan. Keikutsertaan Liverpool turut membawa ulang memori ucapan Jurgen Klopp yang sempat menentang adanya kompetisi baru.

Gagasan European Super League sempat ditolak oleh Jurgen Klopp pada 2019. Bahkan manajer tim asal Jerman itu berharap Liga Super Eropa batal diselenggarakan.

“Saya berharap Liga Super ini tidak terjadi. Melihat bagaimana Liga Champions telah berjalan, sepak bola sekarang adalah produk yang sangat bagus, bahkan dengan Liga Europa,” ujar Jurgen Klopp dikutip dari unggahan reporter The Athletic, James Pearce, di akun Twitter miliknya.

Menurut Jurgen Klopp, konsep Liga Super Eropa tidak masuk akal. Kompetisi tersebut akan mempertemukan dua klub besar Eropa secara berulang-ulang. Sementara di Liga Champions, dua tim raksasa kadang butuh waktu lama untuk bisa bertatap muka lagi.

“Buat saya, Liga Champions merupakan Liga Super, di mana Anda tidak akan selalu bermain menghadapi tim yang sama,” ujar Klopp.

“Mengapa kita harus membuat sebuah sistem di mana Liverpool menghadapi Real Madrid selama 10 tahun berturut-turut? Siapa yang mau melihat itu setiap tahunnya?” tambah mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Dengan keikut seraan Liverpool dalam Liga Super Eropa, harapan Jurgen Klopp tidak terwujud. Liga Super Eropa akan tetap berlangsung meski belum diketahui kapan secara pasti kompetisi tersebut bakal digelar.

Pengamat sepak bola, Gary Neville mengatakan Manchester United dan Liverpool layak didegradasi jika sudah pasti berpartisipasi di European Super League.

Neville mengaku gagasan untuk mendirikan European Super League merupakan sebuah aksi kriminal. Ia merasa kesal dengan keputusan Big Six Liga Inggris yang disebut masuk dalam daftar pendiri European Super League.

“Jika mereka mengumumkan surat perjanjian telah ditandatangani, enam klub itu harus dihukum berat. Denda yang besar, pengurangan poin, cabut gelar mereka,” ujar Neville kepada Sky Sports seperti dilansir Daily Mail.

Sejatinya FIFA memang tidak setuju dengan niatan European Super League itu, namun mereka tidak menyatakan secara gamblang apakah akan ada sanksi atau tidak.

‘FIFA tidak setuju dengan kompetisi tandingan di Eropa yang di luar struktur sepakbola Internasional dan tidak mempresentasikan prinsip-prinsip sepakbola secara global’ disampaikan melalui pernyataan resmi FIFA.

Pos terkait