Lonjakan Kasus Covid-19, Masyarakat India Tetap Berkumpul untuk Perayaan Holi

  • Whatsapp
Lonjakan Kasus Covid-19, Masyarakat India Tetap Berkumpul untuk Perayaan Holi

India, Monitorindonesia.com – Masyarakat hindu menaburkan serbuk warna-warni dan menyiramkan air dalam jumlah yang sangat banyak pada saat perayaan Holi Senin (29/03/2021) meskipun beberapa wilayah India melakukan pembatasan untuk berkumpul dalam upaya mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di seluruh negara India.

Holi menandai awal musim semi dan dirayakan seluruh penganut agama Hindu yang merupakan kelompok mayoritas di India. Pada umumnya, jutaan orang saling melemparkan tepung warna – warni di lingkungan terbuka.

Bacaan Lainnya

Tetapi dalam dua tahun berturut-turut, masyarakat disarankan untuk tetap di dalam rumah untuk menghindari kegiatan festival yang merupakan wadah paling besar untuk penyebaran virus di tengah lonjakan kasus Covid-19.

India telah memberikan konfirmasi bahwa lebih dari 60,000 kasus baru terinfeksi Covid-19 setiap harinya dalam minggu terakhir dari jumlah per hari di bulan Februari hanya 10,000 kasus. Pada Senin (29/03/2021), Menteri Kesehatan India melaporkan bahwa terdapat 68,020 kasus baru, peningkatan yang paling tinggi sejak Oktober tahun lalu.

Perhitungan diperoleh secara nasional lebih dari 12 juta. Jumlah kematian juga meningkat hampi 291 jiwa per hari dan korban meninggal karena Covid-19 di India sekitar 161,843 jiwa.

Lonjakan terbaru berpusat di wilayah bagian barat Maharashtra yang mana para pemerintahan yang berwenang telah memperketat pembatasan perjalanan dan menentukan pembatasan jam malam dan sedang mempertimbangkan lockdown yang ketat. Lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi di Ibu kota New Delhi dan wilayah lainnya seperti Punjab, Karnataka, Gujarat, Tamil Nadu, Haryana dan Madhya Pradesh.

Peningkatan kasus Covid-19 ini berketepatan dengan beberapa pemilihan kepala daerah ditandai dengan banyaknya perkumpulan masyarakat dan roadshow dan festival pitcher (Kumbh Mela) yang di rayakan di bagian utara kota Haridwar dimana sekitar sepuluh ribu masyarakat hindu melakukan pemujaan setiap harinya dengan mencelupkan diri ke dalam sungai Gangga.

Para pakar kesehatan mengkhwatirkan bahwa perkumpulan tanpa pengawasan ini harusnya dikelompokan supaya bisa diawasi jika program vaksinasi Covid-19 sudah dimulai dan menetapkan protocol yang ketat.

Sementara itu, lebih dari 60 juta dosis vaksin yang diproduksi oleh India telah diekspor ke beberapa negara lainnya yang menimbulkan kritik yang seharusnya mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

Pemerintah mengumumkan minggu lalu bahwa tidak ada peningkatan jumlah dosis yang akan diekspor dan program vaksinasi akan dilakukan mulai 1 April untuk semua warga yang berusia di atas 45 tahun.[Yohana RJ]

Sumber: VOA News

Pos terkait