Mahfud MD Ajak KPK Gabung SPPTI Untuk Cegah Kongkalikong Penanganan Perkara

  • Whatsapp
Mahfud MD Ajak KPK Gabung SPPTI Untuk Cegah Kongkalikong Penanganan Perkara
Mahfud MD [ist]

Monitorindonesia.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menilai pentingnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dalam Sistem Database Penanganan Perkara Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPTI).

Mahfud menekankan bahwa  perlunya keterlibatan KPK dalam sistem SPPTI untuk mencegah kewenangan dan kongkalikong penanganan perkara.

Bacaan Lainnya

“Selama ini sudah dijalankan pemerintah, terutama Kejaksaan, Kepolisian dan Mahkamah Agung. (KPK perlu ikut kerja sama) guna mencegah penghapusan kekuasaan dan kongkalikong penanganan perkara,” kata Mahfud saat memberikan arahan pada Peluncuran Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Tahun 2021-2022 yang dilakukan secara daring di Jakarta, (13/4/2021).

Ia juga terkesan dengan kinerja KPK yang melakukan pencegahan, penyuluhan hukum, dam bimbingan teknis dalam pengelolaan anggaran.

“Pencegahan dan penindakan menjadi satu kesatuan amanat UU yang harus dilakukan KPK. Saya terkesan tahun kemarin laporan tahunan KPK yang berhasil menyelamatkan aset dan kekayaan negara dari korupsi sebesar lebih dari Rp570 triliun,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, KPK perlu melihat bahwa SPPTI saat ini sudah tergabung lebih dari 212 kabupaten/kota dalam database penanganan perkara. Meski saat ini baru menangani tindak pidana umum, namun jaringan ini dirancang agar dapat menangani perkara korupsi, narkoba, kejatahan anak, dan lainnya.

“Saya berpikir kerja sama SPPTI ini agar masyarakat tahu sudah sampai mana perkara, sehingga juga pengawasan KPK jadi lebih mudah. KPK punya wewenang menyupervisi perkara yang tidak lancar di Kejaksaan dan Kepolisian, KPK lebih lancar jika bergabung, ”kata Mahfud.

Pos terkait