MAKI Desak KPK Segera Sita CCTV Rumah Azis Syamsuddin

  • Whatsapp
MAKI Desak KPK Segera Sita CCTV Rumah Azis Syamsuddin
Bonyamin Saiman, Koordonator MAKI .

Monitorindonesia.com – Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta KPK segera menyita rekaman CCTV rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Hal itu karena rumah Azis Syamsuddin disebut sebagai tempat pertemuan antara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dengan penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

“MAKI telah mengirimkan surat melalui email kepada Pimpinan KPK dan Dewas KPK untuk segera melakukan penyitaan rekaman CCTV di rumah dinas Azis Syamsudin yang berada di Jalan Denpasar Raya No C3/3 , Kuningan, Jakarta Selatan,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman, dalam keterangannya, Senin (26/4/2021).

Bacaan Lainnya

Boyamin menilai bukti rekaman CCTV itu penting untuk menunjukan adanya pertemuan antara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan penyidik KPK AKP Stepanus Robin dan Azis Syamsuddin. Tak hanya itu, Boyamin juga meminta KPK melakukan penyitaan terhadap rekaman CCTV yang berada di sekitar rumah dinas Azis Syamsuddin.

“Permintaan Penyitaan Rekaman CCTV berdasar rilis KPK dan pemberitaan media massa yang intinya terdapat dugaan peran Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) dalam perkara dugaan suap antara SRP Penyidik KPK dengan MS Walikota Tanjungbalai sebagaimana kutipan berita beserta linknya,” ujar Boyamin.

Boyamin menilai penyitaan rekaman CCTV ini sudah semestinya telah mendapat izin dari Dewan Pengawas KPK guna keabsahannya. MAKI berharap KPK bertindak cepat segera melakukan penyitaan terhadap rekaman CCTV supaya tidak hilang.

“Kami tidak berharap penyitaan ini lamban dilakukan atau bahkan tidak dilakukan sehingga barang bukti pertemuan menjadi hilang. Kami tidak berharap kegagalan penggeledahan perkara Sembako Bansos Kemensos terulang dalam perkara ini,” ungkapnya.

Boyamin menyebut pihaknya akan mengajukan gugatan praperadilan jika KPK tidak segera mengajukan penyitaan CCTV di rumah Azis Syamsuddin.Jika permintaan penyitaan rekaman CCTV ini diabaikan dan tidak segera dilakukan berpotensi hilangnya barang bukti sebagaimana terjadi dalam perkara korupsi sembako bansos Kemensos.

“Mestinya KPK tidak perlu diajari hal begini, ibarat ngajari ikan berenang. Tapi aku tunggu-tunggu tapi belum ada gerakan untuk geledah dan sita, maka terpaksa aku kirim surat desakan, ujarnya.

Ketua KPK Firli Bahuri telah berjanji akan segera memeriksa Azis Syamsuddin. “Kalau bisa Senin kita periksa, kita periksa. Bisa Selasa, kita periksa. Secepatnya,” ujar Firli Bahuri kepada wartawan di gedung KPK, Sabtu (24/4/2021).

Pos terkait