Mampu Kerek Investasi Ditengah Pandemi, Darmadi: Kerja Keras Kepala BKPM Harus Didukung Instansi Lainnya

  • Whatsapp
Mampu Kerek Investasi Ditengah Pandemi, Darmadi: Kerja Keras Kepala BKPM Harus Didukung Instansi Lainnya
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto [net]

Jakarta, Monitorindonesia.com – Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengapresiasi capaian-capaian positif yang dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dibawah kepemimpinan Bahlil Lahadia.

Sebab, lanjut dia, dibawah kepemimpinan Bahlil, BKPM berdasarkan catatan mampu menarik investasi yang sangat signifikan.

Hal tersebut disampaikan Darmadi saat menanggapi keberhasilan BKPM dibawah komando Bahlil Lahadia yang mampu menarik investor besar seperti LG Energy Solution, KCC Glass dan Wavin masuk untuk berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Untuk diketahui, total nilai investasi ketiga investor tersebut mencapai Rp 142 Triliun.

“Saya kira prestasi yang luar biasa yang ditunjukkan pak Bahlil, layak diacungi jempol. Beliau mampu membuktikan bahwa ditengah kondisi sulit seperti saat ini karena wabah Covid-19, BKPM mampu menarik minat investasi secara signifikan. Buktinya berkat kerja keras beliau, investor besar semacam LG mau berinvestasi di kita, tentu itu tidak mudah kalau bukan berkat kepiawaian kepala BKPM,” puji Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Kamis (18/02/2021).

Menurutnya, dengan masuknya aliran investasi ke Indonesia tentu saja akan berefek positif terhadap perekonomian bangsa.

“Perkonomian kita akan tergenjot positif dan dampaknya ekonomi masyarakat akan pulih dan tumbuh,” ujarnya.

Kendati demikian, Darmadi tetap mengingatkan agar apa yang diraih BKPM mesti dibarengi dengan dukungan atau supporting dari lembaga atau Kementerian lainnya.

“Koordinasi antar lembaga itu mutlak dibutuhkan agar konsolidasi ekonomi dapat tercipta dengan baik, pak Presiden mesti turun tangan dengan memerintahkan Menko Perkonomian membenahi pola koordinasi antar lembaga atau Kementerian. Jangan lagi ada ego sektoral dimana masing-masing lembaga atau Kementerian tidak saling support, kinerja BKPM bagus, tapi koordinasi dan sinergi antara Kementerian dan Lembaga masih Buruk. Pak Bahlil harus punya jurus yang mumpuni untuk melakukan koordinasi agar investor tidak kecewa dengan ego sektoral tersebut. Kepuasan investor terhadap iklim investasi di Indonesia harus dijaga,” tegasnya.

“Karena masih ada pemikiran kementerian atau instansi, kalau bisa dipersulit kenapa masih dipermudah. Anggapannya semakin berkoordinasi semakin ada peluang bagi instansi untuk mencari celah. Jika koordinasi dipermudah maka peluang akan hilang. Anggapannya masih begitu. Dan pola-pola seperti itu mesti dibenahi agar investor tidak kapok berinvestasi di kita,” sambungnya.

Sekali lagi, kata Darmadi menegaskan, capaian yang diraih BKPM mesti mendapat dukungan penuh dari instansi lainnya.

“Kita juga kasihan melihat pak kepala BKPM pontang panting menarik investasi masuk tapi mereka kesulitan untuk melakukan koordinasi antar departemen, ini mesti dibenahi dan lembaga lainnya jangan lagi kedepankan ego sektoral. Saya selalu dengar laporan bahwa investor yang masuk mengeluh soal koordinasi ini,” ungkapnya. (Tng)

Pos terkait