Mantan Bupati Talaud Kembali Ditahan KPK

  • Whatsapp
Talaud bupati kpk
Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.[Ist]

Monitorindonesia.com – Mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) mengamuk saat hendak ditampilkan dalam jumpa pers di gedung KPK, Kamis (29/4/2021). Hal itu karena SWM kembali ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa SWM tidak ditampilkan dalam karena yang bersangkutan dalam keadaan emosi. Namun, Ali Fikri memastikan syarat-syarat penahanan SWM telah sesuai aturan hukum yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak bisa menampilkan tersangka di proses jumpa pers ini karena kami sudah berupaya tadi menyampaikan kepada yang bersangkutan tapi kemudian setelah akan dilakukan penahanan ini keadaan emosi yang bersangkutan tidak stabil sehingga mohon maaf kami tidak bisa menampilkan yang bersangkutan pada hari ini,” ujar Ali dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

SWM ditetapkan tersangka dalam perkara penerimaan gratifikasi proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014 s/d 2017.

Sementara itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengatakan, kasus gratifikasi ini bermula saat SWM dilantik sebagai Bupati Kepulauan Talaud periode tahun 2014-2019. SWM diduga berulang kali melakukan pertemuan di rumah dinas jabatan dan rumah kediaman pribadi dengan para ketua Pokja pengadaan barang dan jasa kabupaten kepulauan Talaud.

SWM pun memberikan catatan dalam lembaran kertas kecil berupa tulisan tangan berisi informasi nama paket pekerjaan dan rekanan yang ditunjuk langsung. Dia memerintahkan kepada para Ketua Pokja PBJ Kabupaten Kepulauan Talaud meminta commitment fee sebesar 10 persen dari nilai pagu anggaran masing- masing paket pekerjaan sekaligus melakukan pencatatan atas pemberian commitment fee para rekanan tersebut.

“SWM diduga telah menerima sekitar Rp 9,5 miliar,” kata Karyoto.[Lin]

Pos terkait