Mantan Dirut PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa Gagal Diperiksa Bareskrim Polri

  • Whatsapp
Mantan Dirut PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa Gagal Diperiksa Bareskrim Polri

Monitorindonesia.com – Sadikin Aksa tersangka dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan batal diperiksa Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo tidak memenuhi panggilan penyidik pada Senin (15/3/2021) dengan alasan di luar kota.

Keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu hanya mengutuskan kuasa hukumnya untuk mememui penyidik dan memberitahukan tersangka Sadikin tidak bisa datang. “Alasannya yang bersangkutan masih di luar kota,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Senin (15/3/2021).

Penyidik melayangkan surat panggilan kedua bagi tersangka yang dijadwalkan diperiksa pada 18 Maret. Meski sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka, namun penyidij Bareskrim tidak melakukan penahanan terhadap ponakan Jusuf Kalla itu.

Penyidik menjerat tersangka Sadikin Aksa dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang hukuman pidananya dua tahun penjara. “Penyidik Bareskrim tidak melakukan penahanan karena dasar pidana yang dikenakan,” ujar Brigjen Rusdi.

Penyidik Bareskrim menetapkan Sadikin Aksa sebagai tersangka pada Rabu (10/3/2021). Dia diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan.

Tindakan tersangka Sadikin Aksa terungkap setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan Sadikin sebagai tersangka. Sebanyak 22 saksi telah diperiksa penyidik, yakni pihak OJK, Bank Bukopin, KB Kookmin, Kopelindo, Tim Technical Assistance BRI serta Bosowa Corporindo.

Untuk diketahui, PT Bosowa Corporindo adalah pemegang saham 23 persen di Bank Bukopin. Sejak Mei 2018, PT Bank Bukopin Tbk telah ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi ini semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

Bahkan OJK telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin. Peringatan dimaksud, memberikan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat OJK nomor: SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisikan perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Bukopin Tbk dengan batas waktu pemberian kuasa. Batas waktu dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

Meski sudah dapat surat perintah, tapi pihak PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut. PT Bosowa dinyatakan tidak melaksanakan perintah OJK sebagaimana Surat Perintah Tertulis OJK No: SR-17/D.03/2020 tanggal 10 Juni 2020 hal Perintah Tertulis dan Perintah No: SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli. Prihal Perintah Tertulis Pemberian Kuasa Khusus kepada Tim Technical Assistance dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Sanksinya adalah PT Bosowa tidak lulus sebagai pemegang saham pengendali.

Sadikin diduga dengan sengaja mengabaikan, tidak melaksanakan perintah tertulis dari OJK saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Bosowa Corporindo untuk penyelamatan Bank Bukopin. Tersangka Sadikin dikenal sebagai seorang pengusaha di bidang otomotif. Bahkan pada 2015-2019, tersangka menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Pria kelahiran Makassar, 3 Juni 1977 juga dikenal sebagai seorang pembalap dan beberapa kali mengikuti kompetisi balap motor di berbagai kejuaraan sprint dan reli nasional.

Sadikin merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ibunya, Ramlah Kalla, merupakan adik Jusuf Kalla. Ayahnya adalah Aksa Mahmud seorang pengusaha sukses di Tanah Air.

Aksa Mahmud mendirikan Bosowa Corp yang memiliki beragam perusahaan di bidang otomotif, semen, logistik dan transportasi, pertambangan hingga media.(tak)

Pos terkait