Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Bakal Diterima Bio Farma

  • Whatsapp
Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Bakal Diterima Bio Farma
Illustrasi

Jakarta, Monitorindonesia.com – PT. Bio Farma (Persero) akan menerima bibit vaksin dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman pada Maret 2021. Selanjutnya dilakukan uji praklinik dan uji klinik, serta proses perizinan. Kepastian tersebut disampaikan Juru Bicara Vaksinasi PT. Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto.

Menurut Bambang, PT. Bio Farma telah berpengalaman selama 130 tahun lebih di dunia vaksin. Jadi pihaknya tahu apa yang harus dilakukan, seperti menyiapkan pengujian vaksin, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sisi fasilitas.

Dikatakan Bambang, perusahaannya sudah memiliki pengalaman memproduksi vaksin Hepatitis B. Vaksin yang berbasis platform protein rekombinan, sama dengan vaksin merah putih, Vaksin Covid-19 dari Eijkman.

“Untuk vaksin merah putih berbasis rekombinan, kami juga sudah punya kompetensi itu. Saat ini Bio Farma juga sudah mengembangkan dan bahkan bisa memproduksi sendiri vaksin Hepatitis B yang berbasis sama yaitu rekombinan,” jelas Bambang dalam diskusi daring Vaksinasi Kian Meniti, Indonesia Bebas Pandemi, pada Selasa (9/2).

Menurutnya, proses pembuatan vaksin akan mirip mulai dari hulu ke hilir. Dalam hal ini termasuk mengenai teknologi dan fasilitas yang digunakan untuk bibit vaksin Covid-19 tersebut.

“Jadi kami 100 persen siap menerima kandidat vaksin dari Eijkman untuk kita lakukan proses lebih lanjut, dan mudah-mudahan bisa segera dilakukan,” sambungnya.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Ali Ghufron Mukti, mengatakan target ketersediaan vaksin merah putih akan berbeda-beda. Hal ini karena pengembangannya dilakukan oleh beberapa pusat dan lembaga, termasuk Eijkman, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.

Sementra Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin ke Bio Farma pada Maret, atau paling lambat April 2021, uji klinis Unair ditargetkan akan selesai pada akhir 2021 dan mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. Sehingga akhir 2021 vaksin Unair bisa diproduksi, dalam jumlah terbatas. (MI)

Pos terkait