Menparekraf Optimis Bisnis Perfilman Indonesia Bisa Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Menparekraf Optimis Bisnis Perfilman Indonesia Bisa Bangkit Pasca Pandemi Covid-19
Menparekraf melakukan audiensi dengan Komunitas Bisnis Film Bioskop di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (4/3/2021).

Jakarta, MonitorIndonesia.com – Resesi ekonomi yang terjadi selama pandemi covid-19 sejak setahun lalu meredupkan bisnis seni pertunjukan, termasuk perfilman Indonesia hingga saat ini.

Walau begitu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno optimis bisnis seni pertunjukan akan melesat bangkit pasca keterpurukan.

Bacaan Lainnya

Keyakinan tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam audiensi dengan Komunitas Bisnis Film Bioskop di Balai Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (4/3/2021).

Dalam audiensi bersama Wakil Menparekraf, Angela Tanoesoedibjo itu hadir sejumlah sutradara hingga aktor dan aktris papan atas perfilman nasional, antara lain, Joko Anwar, Angga Sansongko, Mira Lesmana, Shanty Harmayn, Gina S Noer, Sunil Samtani, Chand Parwez, Sheila Timothy, Dewinta Hutagaol dan Wicky Olindo.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno menyampaikan optimismenya terhadap kebangkitran industri perfilman nasional. Optimismenya itu merujuk krisis ekonomi terparah yang dialami Amerika Serikat pada era tahun 1930. Krisis ekonomi yang dikenal bernama The Great Depression itu terjadi setelah bursa saham Amerika Serikat anjlok hingga ke titik terendah.

Sepuluh tahun berlalu, perekonomian yang semual terpuruk justru terselamatkan dari sektor pariwisata. Sandiaga Uno menyebutkan ada lebih dari 80 juta warga Amerika Serikat yang memenuhi Hollywood yang menjadi pusat seni pertunjukkan ketika itu.

“Saat terjadi krisis (ekonomi) Great Depression di Amerika pada era tahun 1930. Kebangkitan ekonominya ditandai dengan 80 juta orang berduyun-duyun nonton ke bioskop, tahun 1930-an Hollywood malah berjaya karena krisis,” ujar Sandiaga Uno, Kamis (4/3/2021).

“Demikian juga Indonesia, kita berharap semoga upaya keras kita bersama atasi wabah membuahkan hasil maksimal,” tambahnya Sandiaga Uno.

Menparekraf mengajak seluruh pihak, khususnya para pelaku usaha seni pertunjukan untuk tetap berusaha. Dirinya berharap pandemi covid-19 tidak membatasi ruang kreasi, tetapi justru memicu kreatifitas untuk mengubah keterbatasan menjadi peluang usaha.

“Dibanding  menunggu perubahan itu terjadi, lebih baik Gercep, Geber dan Gaspol, jemput dan kejar peluang ini. Apalagi ada lebih dari 39.000 pekerja kreatif sub sektor film, animasi dan video,” imbuhnya.

Optimismenya itu diungkapkan Sandiaga Uno merujuk data penonton film Indonesia selama periode tahun 2015 hingga 2019 silam. Pada tahun 2015, jumlah penonton tercatat ada sebanyak 16 juta orang. Jumlah tersebut pun terus melonjak dua kali lipat, yakni 36 juta orang pada tahun 2016. Begitu juga dengan jumlah penonton pada tahun 2017 hingga 2019 yang naik secara simultan, yakni 42 juta orang pada tahun 2017, 48 juta orang pada tahun 2018 dan 58 juta orang pada tahun 2019.

“Kini (perhitungan) penonton Film Indonesia sudah melampaui populasi satu negara Inggris, saya yakin sampai 2025 akan tembus 100 juta penikmat film Indonesia on and offline. Film Indonesia semakin jadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Sandiaga Uno.

Bioskop Indonesia sendiri, lanjutnya berkontribusi terhadap pendapatan negara hingga Rp 10 triliun pasca pandemi Covid-19. Begitu juga dengan industri perfilman Indonesia yang tercatat berkontribusi hingga Rp 30 triliun.

“Bioskop ditutup sementara pada Maret 2020 akibat pandemi. Tapi Alhamdulillah 390.000 penonton film Indonesia di bioskop pasca reopening per 23 Februari 2021,” imbuhnya.

Beruntung, bisnis video streaming yang melejit selama pandemi covid-19 melahirkan kanal distribusi film. Substitusi sementara itu katanya sedikit menopang pekerja seni kreatif yang terpuruk. Karena itu dirinya berharap agar masyarakat nantinya akan kembali menyaksikan karya seni para sineas nasional di bioskop tercinta.

“Kita all out dukung kebangkitan film dan bioskop. Saya dukung perjuangan untuk keringanan pajak hiburan, juga bantuan dana dukungan dari PEN (pemulihan Ekonomi Kreatif). Kita, Kementerian kesehatan, IDI kolaborasi untuk menghilangkan stigma negatif. Karena justru di bioskop sirkulasi udara, posisi, jarak dan perilaku penonton bisa dikelola. Juga kita wartakan kampanye anti Pembajakan Film, sekaligus law enforcement-nya,” tandas Sandiaga Uno.

Pos terkait