Menteri ATR/BPN Buka Pelatihan Petugas Pengelola Pertanahan Daerah

  • Whatsapp
Menteri ATR/BPN Buka Pelatihan Petugas Pengelola Pertanahan Daerah
Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil (kanan), Kakanwil ATR/BPN Jatim Ir. H. Jonahar, M.EC,. DEV (tengah)

MonitorIndonesia.com – Mengawali Tahun Anggaran 2021 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia meluncurkan program Trijuang. Dalam program ini pemerintah daerah, pemerintahan desa serta Badan Pertanahan Nasional bersama sama untuk pelaksanaan sertipikasi tanah diseluruh Indonesia.

Program strategis nasional PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo telah dilaksanakan dengan sungguh sungguh oleh jajaran Kemen ATR/BPN RI. Bahkan target Presiden agar sertipikasi tanah di seluruh Indonesia tuntas pada tahun 2024 BPN pun berupaya untuk memenuhinya.

Untuk lebih mempercepat pelaksanaan PTSL Tahun Anggaran 2021 di Jawa Timur Kemen ATR/BPN Jatim melatih 213 orang P3D (Petugas Pengelola Pertanahan Daerah) untuk membantu BPN dalam pelaksanaan PTSL maupun setelah selesai PTSL.

Pelatihan yang diselenggarakan di gedung BLK (Balai Latihan Kerja) Disnakertransduk Surabaya pada 9 Maret 2021 itu mendapat apresiasi dari Menteri ATR/ Kepala BPN Sofyan A Djalil. Pada kesempatan tersebut Menteri asal Provinsi Aceh ini berkenaan membuka Pelatihan hasil kerjasama antara BPN, Pemerintah Daerah dan pemerintahan desa untuk menciptakan tertib admistrasi Pertanahan ditingkat desa, kelurahan bahkan Kecamatan. Demikian dikatakan Kakanwil Kemen ATR/BPN Jatim Ir. H. Jonahar, M.EC,. DEV saat pembukaan Pelatihan tersebut.

Peserta pelatihan P3D mendapatkan pelajaran teori 7 selama hari dan kegiatan praktek di Kantor Pertanahan minimal 10 hari, apabila belum selesai, belum mampu harus dilanjutkan sampai mampu karena tidak ada batas waktunya dan belajarnyapun di Kantor Pertanahan masing masing.

Petugas P3D selama pelaksanaan PTSL selain membantu pengumpulan data fisik dan data yuridis juga mengetahui bagaimana caranya pengumpulannya, mengetahui tentang Tata Ruang dan Administrasi Pertanahan secara umum.

Tenaga Pengajarnya dari Pusdiklat ATR/BPN, ITS dan dari Kantor Pertanahan sehingga diharapkan petugas P3D kedepannya bisa mampu membuat administrasi Pertanahan didaerahnya menjadi administrasi yang tertib sehingga kelak dikemudian hari sengketa tanah di Jawa Timur ini bisa zero.

“Jadi nanti Petugas P3D setelah lulus bisa setara dengan inspektur Pertanahan sehingga tidak ada satu bidang tanahpun yang tidak dikuasai siapa pemiliknya, penggunaannya untuk apa, Tata Ruangnya bagaimana harus diketahui sehingga kedepan kalau ada pembangunan baru yang tidak sesuai dengan Tata Ruang, P3D bisa melaporkan ke Kantor Pertanahan atau kepada Bupati. Kedepan P3D ini bisa menjadi nafas Pertanahan sehingga di desa atau di Kecamatan maupun di Kabupaten bisa zero sengketa Tanah. Itu harapan kami,” tambah Jonahar.

Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil mengatakan P3D inisyatif yang bagus sekali. Perlu didukung dan nanti dievaluasi. “Kita perbaiki sehingga nanti bisa jadi kebijakan nasional,” ujar Sofyan.

Kalau setiap jengkal tanah bisa kita identifikasi maka mafia mafia tanah yang sering kita dengar sekarang tidak ada lagi, sengketa tanah akan hilang. Tanah akan digunakan sesuai dengan Tata Ruang, asset asset pemerintah daerah akan terjaga, asset keagamaan, tanah wakaf, asset Pemda, asset desa akan terjaga, dengan demikian pengelolaan tanah akan menjadi sangat tertib itu yang kita harapkan, ungkapnya.

Harusnya memang untuk pemanfaatan tanah, pengelolaan tanah dilakukan oleh Pemda, BPN hanya mencatatkan saja. Tanah ini sangat penting karena ada hubungan yang sangat dalam antara masyarakat dengan tanah.

Petugas P3D akan diajarkan tentang hukum Pertanahan, tentunya tidak akan menjadi ahli hukum Pertanahan karena belajarnya sulit. Tapi paling tidak harus mengerti hal yang paling prinsip dari hukum Pertanahan. Mengerti tata cara Pengukuran tanah, mengerti fungsi fungsi dokumen Pertanahan, tentang Tata Ruang. “Kenapa Tata Ruang sangat penting, karena selama ini Tata Ruang sering kita abaikan, akhirnya kehidupan kita menjadi terganggu, macet dimana mana, air tercemar,” tambahnya.

“Oleh karena Itu peranan petugas P3D sangat penting, sangat bermanfaat, masyarakat akan mengapresiasi, menghargai apa yang dilakukan P3D karena sampai kapanpun kita membutuhkan tanah, untuk bikin rumah, tempat berusaha bahkan setelah matipun kita membutuhkan tanah, oleh karena itu inspektur Pertanahan ini menjadi sangat penting, tegas Sofyan. (robertgultom)

Pos terkait