Mesir: Kecelakaan Kereta Mematikan, Pimpinan KA dipecat

  • Whatsapp
Mesir: Kecelakaan Kereta Mematikan, Pimpinan KA dipecat

Kairo, Monitorindonesia.com – Menteri transportasi Mesir mengungkapkan Selasa (20/04/2021) bahwa dia memberhentikan petinggi kereta api setelah kecelakaan mematikan terjadi berulang tiga kali dalam kurun waktu kurang dari sebulan yang menewaskan 40 korban jiwa dan lebih 350 korban terluka.

Pemecatan Ashraf Raslan merupakan bagian dari perombakan sistem kepemimpinan di kereta api ditengah protes public atas kecelakaan yang berulang.

Bacaan Lainnya

Raslan menjabat sejak Juli 2018 digantikan oleh Mustafa Abuel-Makarm, tutur Menteri transportasi, Kamal El-Wazir. Pergantian personel termasuk department utama kereta api yang mengatur lintasan kereta di Arab sebagai negara paling padat penduduk. Tujuannya untuk memasukkan para professional yang kompeten merupakan langkah untuk meningkatkan jaringan yang tidak terawat.

Pemecatan Raslan terjadi setelah kererta penumpang tergelincir Minggu ( 18/04/2021) di Kairo Utara. Pimpinan Jaksa mengungkapkan Selasa (20/04/2021) bahwa korban jiwa meningkat sampai 23 orang tewas dan 139 orang terluka dari yang sebelumnya diumumkan korban tewas 11 orang dan korban terluka 98 orang.

Jaksa penuntut umum Hamada el-Sawy menuntut penahanan 23 karyawan kereta api termasuk masinis kereta dan asistennya, penundaan investigasi kecelakaan.
Dia juga memanggil Raslan dan Abuel Makarm untuk diinterogasi. Para jaksa belum menyimpulkan hasil penyelidikannya.

Setelah kecelakaan Minggu (18/04/2021), Presiden Abdel Fattah el-Sissi mengumumkan pembentukan komisi yang bertugas menyelidiki kasusu ini dan para jaksa juga melangsungkan penyelidikan sendiri.
Minggu lalu, sebuah kereta tergelincir di Delta Nil Provinsi Sharqia dengan korban terluka 15 orang. Pada tanggal 25 Maret, dua kereta penumpang bertabrakan di Provinsi selatan Sohag dengan korban tewas 18 orang dan 200 orang terluka termasuk anak – anak. Jaksa menyalahkan atas kelalaian para petugas kereta.

Sistem kereta di negara tersebut memiliki histori tidak terawat dan manajemen yang buruk. Pemerintah menuturkan bahwa sudah mengumumkan renovasi besar dan inisiatif modernisasi, mebeli kereta mobil dan perlengkapan lainnya keluara Eropa dan AS untuk transportasi kereta dengan sistem otomatis dan mengembangkan industri kereta.
El-Sissi mengatakan pada Maret 2018 bahwa pemerintah membutuhkan 250 miliar pound mesir atau sekitar 14.1 miliar dolar AS untuk memperbaiki seluruh sistem kereta.

Ada ratusan kecelakaan kereta yang tercatat setiap tahunnya. Pada Februari 2019 lokomotif tanpa pengemudi menabrak stasiun kereta Ramses menyebabkan ledakan dan kebakaran hebat yang menewaskan 25 orang dan berujung pada pengunduran diri menteri transportasi.
Pada Agustus 2017, dua kereta penumpang bertabrakan di luar kota pelabuhan Alexandria yang menewaskan 43 orang. Pada 2016, setidaknya 51 orang tewas ketika dua kereta komuter bertabrakan dekat Kairo.

Kecelakaan kereta yang paling mematikan terjadi pada tahun 2002 dengan korban tewas 300 orang setelah terjadi kebakaran meledakkan kereta yang sedang berjalan dari Kairo ke Mesir Selatan.[Yohana RJ]

Sumber:  VOA

Pos terkait