Skenario Rusuh May Day Terbongkar: Polisi Temukan “Rundown Kericuhan” di Balik Aksi DPR

Jakarta, MI - Polda Metro Jaya membongkar indikasi serius upaya penyusupan dan perencanaan kericuhan dalam aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan DPR/MPR, Jakarta.
Temuan ini mematahkan narasi aksi spontan, karena aparat justru mengamankan dokumen yang diduga berisi skenario kerusuhan yang disusun rapi dan sistematis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengungkap, dokumen tersebut menunjukkan adanya desain aksi yang bukan sekadar demonstrasi biasa.
“Ini bukan gerakan tanpa arah. Kami menemukan dokumen berisi rencana kerusuhan lengkap, bahkan sampai rundown kegiatan,” tegas Iman, Sabtu (2/5/2026).
Dokumen itu memuat alur detail—mulai dari pola kedatangan kelompok, titik konsolidasi, hingga skenario pelarian jika situasi memanas. Polisi menduga kuat ada pihak yang sengaja ingin menyusup ke dalam massa buruh untuk memantik chaos dan merusak jalannya aksi.
“Modusnya jelas, mereka ingin menunggangi massa. Ini bukan aspirasi murni, tapi upaya menciptakan gangguan keamanan,” lanjutnya.
Tak berhenti pada dokumen, aparat juga mengamankan sejumlah orang yang kini masih diperiksa intensif. Mayoritas berusia 20–35 tahun dan berasal dari luar Jakarta, memperkuat dugaan adanya mobilisasi terorganisir.
Yang lebih mengkhawatirkan, polisi turut menyita berbagai barang yang mengarah pada potensi aksi anarkistis. Di antaranya botol kosong, kain yang diduga untuk sumbu, bahan bakar, paku beton, ketapel, gotri, senjata tajam, hingga alat komunikasi dan sejumlah uang.
Temuan ini menjadi sinyal keras bahwa peringatan May Day tidak sepenuhnya steril dari kepentingan gelap. Aparat kini mendalami siapa aktor di balik skenario tersebut—apakah sekadar kelompok oportunis, atau bagian dari jaringan yang lebih besar dengan agenda menciptakan instabilitas.
Topik:
