BREAKINGNEWS

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Kuartal I/2026

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Kuartal I/2026
Kota Jakarta (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian DKI Jakarta tumbuh 5,59% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I/2026. Angka ini sedikit melambat dibandingkan kuartal IV/2026 sebesar 5,71% (YoY).  

Nilai ekonomi Jakarta yang tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp1.028,44 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp585,31 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,84%. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 5,72%.

Jika dilihat secara kuartalan, ekonomi Jakarta pada kuartal I/2026 tumbuh 0,48% (q-to-q). Dari sisi produksi, BPS mencatat pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 11,57 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) menjadi yang paling tinggi pertumbuhannya, yakni sebesar 3,97%.

"Hal itu seiring dengan meningkatnya aktivitas organisasi kemasyarakatan dan organisasi sosial dalam penanganan bencana, serta aktivitas lembaga keagamaan saat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional [HBKN]," tulis BPS DKI Jakarta. 

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat tumbuh 4,71%, seiring peningkatan pada investasi bangunan maupun nonbangunan. Sementara itu, belanja pemerintah (PK-P) juga mengalami kenaikan sebesar 4,22%. Di sisi lain, komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang tumbuh sebesar 7,21%. 

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tinggi berikutnya datang dari sektor jasa lainnya yang naik 8,37%, serta Transportasi dan Pergudangan (8,31%). 

"Sementara itu, empat lapangan usaha mengalami kontraksi, antara lain Pengadaan Listrik dan Gas terkontraksi 7,45%; Pertambangan dan Penggalian terkontraksi 5,97%; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang terkontraksi 4,81%; serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terkontraksi 2,25%," tulis BPS DKI Jakarta.  

Sebelumnya, BPS juga melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan (YoY) pada kuartal I/2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan besaran PDB pada kuartal IV tahun lalu atas dasar harga berlaku Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp3.447,7 triliun. 

"Sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 apabila dibandingkan dengan kuartal I/2025 atau secara year-on-year tumbuh 5,61%," jelasnya, Selasa (5/5/2026). 

Amalia menyampaikan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026. Kinerja konsumsi rumah tangga terutama terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan, seperti Nyepi dan Idulfitri.

Selain itu, sejumlah kebijakan pemerintah juga ikut menopang daya beli, mulai dari upaya pengendalian inflasi hingga pemberian berbagai stimulus, seperti diskon tiket transportasi, pencairan THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75%.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14% year on year pada kuartal I/2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut,” tutur Amalia. 

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Kuartal I/2026 | Monitor Indonesia