Jakarta, MI— Jajaran Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, bersama ratusan warga dan petugas gabungan menggelar operasi besar-besaran untuk memberantas ikan sapu-sapu di sejumlah sungai, kali, dan waduk. Hasilnya, sebanyak 277,05 kilogram ikan invasif berhasil ditangkap dalam operasi serentak di delapan kelurahan.
Operasi pengendalian ini dilakukan untuk menekan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak keseimbangan ekosistem perairan dan mengancam habitat ikan lokal.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Cipayung, Tuti Lestari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta yang diteruskan hingga tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.
“Seluruh ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap langsung ditangani sesuai dengan prosedur yang sudah diarahkan,” ujar Tuti, Jumat (29/5/2026).
Operasi ini melibatkan sekitar 800 personel gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat wilayah, hingga unsur masyarakat.
Petugas menyisir sejumlah titik perairan di wilayah Cipayung, mulai dari Embung Taman Pinang di Kelurahan Cipayung, Waduk Agro Wisata di Cilangkap, Kali Sunter di Pondok Ranggon, Waduk Munjul, hingga Kali Sunter Hulu di Kelurahan Setu.
“Kami juga melakukan pengendalian ikan sapu-sapu di dua lokasi di Kelurahan Bambu Apus, serta dua lokasi lainnya di Kelurahan Lubang Buaya dan Kelurahan Ceger,” kata Tuti.
Penangkapan dilakukan menggunakan metode penebaran jaring di sejumlah titik yang selama ini menjadi habitat ikan sapu-sapu.
Sementara itu, Lurah Lubang Buaya, Latiful Syamsi, mengatakan pengendalian di wilayahnya difokuskan di aliran Kali Sunter sekitar Jembatan Molek.
“Kegiatan ini bertujuan mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dapat mengganggu ekosistem perairan,” ujarnya.
Di wilayah Lubang Buaya saja, hasil tangkapan mencapai sekitar 3,7 kilogram.
Latiful menegaskan seluruh ikan hasil tangkapan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi warga. Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu langsung dimatikan sebelum dikubur.
“Untuk penanganan, ikan sapu-sapu ini dimatikan terlebih dahulu sebelum dikubur,” tandasnya.**

