BREAKINGNEWS

Penumpang KRL Dijambak dan Ditendang, KAI Commuter: Pelaku Tidak Dilepas

Penumpang KRL Dijambak dan Ditendang, KAI Commuter: Pelaku Tidak Dilepas
Penumpang KRL Dijambak dan Ditendang, KAI Commuter: Pelaku Tidak Dilepas

Jakarta, MI– KAI Commuter membantah tudingan bahwa petugas membiarkan pelaku kekerasan terhadap seorang penumpang di KRL Green Line lolos tanpa tindakan. Perusahaan menegaskan petugas telah berupaya mengamankan kedua pihak yang terlibat, namun upaya tersebut ditolak oleh korban maupun pelaku.

Insiden yang viral di media sosial itu melibatkan seorang penumpang perempuan bernama Valiexia yang mengaku menjadi korban penganiayaan saat menaiki KRL relasi Rangkasbitung–Tanah Abang pada Rabu (3/6/2026).

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan petugas telah meminta kedua penumpang untuk memberikan keterangan di Pos Pengamanan Stasiun setelah keributan terjadi.

"Petugas kami sudah mengupayakan untuk mengamankan kedua penumpang ke Pos Pengamanan Stasiun guna permintaan keterangan lebih lanjut," kata Karina.

Namun, menurut dia, langkah tersebut tidak dapat dilanjutkan karena kedua pihak memilih menolak arahan petugas dan memutuskan melanjutkan perjalanan masing-masing.

Kasus ini bermula ketika Valiexia menaiki gerbong khusus wanita dari Stasiun Palmerah pada jam sibuk pagi hari. Di tengah kondisi kereta yang padat, ia mengaku berulang kali diinjak dan ditusuk menggunakan jari oleh seorang perempuan yang berdiri di dekatnya.

Awalnya korban berusaha menghindari konflik dengan mengabaikan perlakuan tersebut. Bahkan ia menggunakan tasnya sebagai pembatas agar tidak bersentuhan langsung dengan pelaku. Namun tindakan itu justru disebut memicu perlakuan serupa berulang kali.

Merasa terganggu, korban akhirnya menegur perempuan tersebut dan meminta agar menghentikan tindakannya. Namun teguran itu tidak digubris.

Perselisihan kemudian memuncak saat kereta tiba di Stasiun Tanah Abang. Korban mengaku kembali diinjak sebelum rambutnya dijambak ketika hendak keluar dari gerbong.

Valiexia lalu meminta bantuan petugas keamanan stasiun. Meski sempat dipisahkan oleh petugas, ia menyesalkan karena pelaku tidak dibawa untuk proses lebih lanjut.

KAI Commuter menegaskan pihaknya tidak pernah membiarkan pelaku pergi begitu saja. Perusahaan menyatakan petugas telah menjalankan prosedur penanganan dengan mencoba mengamankan kedua pihak, namun proses tersebut tidak dapat diteruskan karena tidak mendapat persetujuan dari korban maupun pelaku.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Penumpang KRL Dijambak dan Ditendang, KAI Commuter: Pelaku T | Monitor Indonesia