Jakarta, MI– Kabut asap diduga dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah Jakarta pada Minggu (19/7/2026) pagi.
Salah satu titik yang terdampak berada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, di mana jarak pandang dilaporkan menyusut hingga sekitar 300 meter pada pukul 07.36 WIB.
Kondisi tersebut membuat langit tampak berkabut dengan kualitas pandangan yang menurun dibanding hari-hari sebelumnya. Meski aktivitas masyarakat masih berlangsung normal, kabut asap mulai mengurangi visibilitas pengendara, terutama di ruas-ruas jalan utama kawasan Cengkareng.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya potensi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan adanya kondisi kabut/asap dan udara kabur di sejumlah wilayah DKI Jakarta pada Minggu pagi.
Dalam prakiraannya, Jakarta Timur diprediksi mengalami kabut/asap pada pukul 07.00 WIB yang berlanjut menjadi udara kabur pada siang hari, sementara Jakarta Selatan diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi hari.
Secara umum, cuaca di Ibu Kota didominasi cerah berawan hingga berawan tebal dengan suhu berkisar 25–33 derajat Celsius dan kecepatan angin relatif rendah, yakni 4–13 kilometer per jam. Kondisi angin yang lemah berpotensi membuat partikel asap bertahan lebih lama di lapisan udara dekat permukaan sehingga mengurangi jarak pandang.
Hingga Minggu pagi, belum ada keterangan resmi dari BMKG maupun instansi terkait yang menyatakan secara pasti sumber kabut asap yang menyelimuti kawasan Cengkareng. Namun, masyarakat diimbau terus memantau informasi kualitas udara dan perkembangan cuaca dari otoritas berwenang.**
