Jakarta, MI – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan rencana penerbitan obligasi daerah (municipal bond) dari Rp3,5 triliun menjadi sekitar Rp5,2 triliun. Tambahan pembiayaan sebesar Rp1,7 triliun itu disiapkan untuk mempercepat pembangunan jalur LRT Jakarta serta membangun rumah sakit bertaraf internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penambahan nilai obligasi dilakukan setelah pemerintah menghitung kebutuhan pendanaan proyek-proyek strategis yang dinilai mendesak. Menurutnya, instrumen pembiayaan tersebut akan menjadi langkah baru bagi Jakarta dalam mendukung pembangunan jangka panjang.
Pramono menjelaskan dana obligasi akan diprioritaskan untuk memperpanjang jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas guna memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan di ibu kota. Selain itu, sebagian dana akan dialokasikan untuk memperkuat sektor kesehatan melalui pembangunan rumah sakit berstandar internasional.
"World Bank hadir sebagai advisor bagi Jakarta yang untuk pertama kalinya akan menerbitkan obligasi daerah. Nilainya sekitar Rp5,2 triliun dan akan digunakan terutama untuk menyelesaikan LRT Manggarai-Dukuh Atas serta pembangunan di bidang kesehatan dan sosial," ujar Pramono.
Penerbitan municipal bond ini menjadi tonggak baru dalam skema pembiayaan pembangunan Jakarta. Untuk pertama kalinya, pemerintah daerah memanfaatkan pasar keuangan sebagai sumber pendanaan proyek infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran konvensional.
Dalam proses persiapannya, Pemprov DKI mendapat pendampingan dari World Bank sebagai penasihat guna memastikan mekanisme penerbitan obligasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan memenuhi ketentuan regulasi.
Pramono optimistis penerbitan obligasi senilai Rp5,2 triliun tidak akan mengganggu kesehatan fiskal daerah. Ia menilai proyek-proyek yang dibiayai melalui instrumen tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan layanan transportasi, kesehatan, dan pelayanan publik.
Namun, realisasi penerbitan obligasi masih menunggu seluruh proses perizinan dari pemerintah pusat. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, dana yang dihimpun akan segera digunakan untuk mempercepat pembangunan LRT Manggarai-Dukuh Atas dan memperkuat infrastruktur kesehatan di Jakarta sebagai bagian dari upaya mewujudkan ibu kota yang lebih modern dan berdaya saing.**
