Jakarta, MI – Penemuan mengejutkan terjadi di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 995 senjata api beserta amunisi dan berbagai aksesori ditemukan di dalam ruangan yang diduga digunakan kepala yayasan. Polisi kini menyelidiki asal-usul dan legalitas ratusan senjata tersebut.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan penemuan itu terjadi pada 10 Juli 2026 saat pihak yayasan bersama kepolisian membuka ruangan yang telah lama terkunci.
"Hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan juga beberapa aksesori senjata yang lain," ujar Hermawanto di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruangan lain di lingkungan sekolah yang hingga kini belum berhasil dibuka. Bahkan, beberapa ruangan disebut memiliki konstruksi menyerupai bunker sehingga pihak sekolah meminta kepolisian segera melakukan pemeriksaan menyeluruh.
"Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka," katanya.
Pada Rabu (5/8/2026), pihak sekolah kembali meminta pendampingan polisi untuk membuka ruangan lain yang masih terkunci. Dari penggeledahan lanjutan, petugas kembali menemukan sejumlah senjata api, kaset video porno yang tersimpan dalam kotak hitam, serta narkotika jenis sabu dan ganja.
Hermawanto mengungkapkan, ruangan-ruangan tersebut diduga sengaja dikunci oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD, yang telah diberhentikan pada April 2026 karena diduga menyalahgunakan keuangan yayasan.
"Alasan dipecat itu karena ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi," jelas Hermawanto.
Ia menyebut IWD diduga menggunakan dana yayasan untuk membeli tanah atas nama istrinya, sehingga pengurus baru melakukan audit dan pemeriksaan terhadap aset-aset yayasan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, memastikan pihak kepolisian telah membuka penyelidikan atas temuan tersebut. Polisi bahkan langsung membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah senjata-senjata itu ditemukan.
"Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A yang dibuat sesaat setelah ditemukannya kejadian dimaksud. Terhadap perkara saat ini masih pada tahap penyelidikan," ujar Joko.
Penyidik kini mendalami kepemilikan ratusan senjata api, legalitas penyimpanannya, serta kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan temuan tersebut. Polisi juga akan memeriksa seluruh ruangan yang masih terkunci untuk memastikan tidak ada barang berbahaya lainnya.**
