Mitora Singapura Gugat Keluarga Cendana Rp 584 Miliar

  • Whatsapp
Mitora Singapura Gugat Keluarga Cendana Rp 584 Miliar
Keong Emas di TMII.

Monitorindonesia.com – Pengurus Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tak menghadiri sidang gugatan yang diajukan perusahaan asal Singapura Mitora Pte Ltd pada Senin (26/4/2021).

Padahal, sesuai jadwal persidangan kedua yang sedianya digelar hari ini Pengurus TMII sebagai turut tergugat III dan BPN sebagai turut tergugat IV.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui, Mitora menggugat Yayasan Harapan Kita dan keluarga Presiden RI kedua Soeharto atas konflik pengelolaan TMII. Perusahaan itu juga meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyita Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berada di dalam TMII dan menggugat anak-anak Soeharto senilai Rp 584 miliar.

Dalam gugatan perdata yang diajukan, Mitora menyertakan lima pihak tergugat yang merupakan anggota keluarga Soeharto. Mereka adalah Tutut Soeharto, Bambang Trihatmodjo, Titiek Soeharto, Sigit Harjojudanto dan Mamiek Soeharto serta Yayasan Purna Bhakti Pertiwi lembaga yang didirikan keluarga Cendana pada masa orde baru.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono melalui keterangan tertulis, Senin (26/4/2021)mengungkap tergugat lainnya, yakni Siti Hardiyanti Rukmana dan keluarga Cendana hadir dalam persidangan dengan memberi kuasa kepada pengacaranya.

“Tergugat I yaitu Siti Hardiyati Rukmana dan seterusnya keluarga Cendana sudah memberikan kuasanya. Jadi yang hadir adalah kuasa Siti Hardiyanti Rukmana dan Keluarga Cendana,” katanya.

Jika salah satu pihak ada yang tidak hadir, maka Majelis Hakim akan menunda sidangnya dan memerintahkan pengadilan melalui jurusita memanggil pihak yang tidak hadir tersebut. Majelis Hakim menjadwalkan sidang ketiga pada 5 Mei 2021.

Pemerintah telah resmi mengambil-alih pengelolaaan TMII. Hal itu sesuai dengan Keppres yang Presiden Jokowi baru-baru ini. [man]

Pos terkait