MK Perintahkan Pemugutan Suara Ulang di Pilgub Kalsel

  • Whatsapp
izin-dewas-kpk
Gedung MK Jakarta. [Ist]

Monitorindonesia.com – Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPU Kalimantan Selatan untuk menggelar pemungutan suara ulang di di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). Hal itu karena MK mengabulkan permohonan perkara sengketa hasil Pilkada Kalimantan Selatan yang diajukan pasangan Denny Indrayana dan Difriadi.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman membacakan putusan, Jumat (19/3/2021).

Bacaan Lainnya

MK menilai telah terjadi pelanggaran penyelenggaraan Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020 di enam kecamatan. Kecamatan itu yaitu Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kecamatan Sambung Makmur, Kecamatan Aluh-aluh, Kecamatan Martapura, Kecamatan Mataraman dan Kecamatan Astambul dan di 24 TPS di Kecamatan Binuang di Kabupaten Tapin.

“Sehingga harus dilakukan pemungutan suara ulang,” kata Anwar.

Putusan Mahkamah ini sekalugus membatalkan Surat Keputusan KPU Provinsi Kalimantan Selatan nomor 134/PL.02.6-Kpt/63/Prov/XII/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan tahun 2020 bertanggal 18 Desember 2020.

KPU Kalimantan Selatan sebelumnya menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sahbirin Noor dan Muhidin unggul dari pasangan nomor urut dua, Denny Indrayana dan Difriadi. Hasil rekapitulasi suara Pilkada Kalsel 2020 selisih suara dua pasangan itu hanya 0,48 persen.

MK menyatakan, pemungutan suara ulang digelar paling lama 60 hari kerja sejak putusan dibacakan mahkamah. Hasil pemungutan suara digabungkan dengan hasil rekapitulasi suara yang tidak dibatalkan mahkamah.

KPU RI juga diperintahkan untuk mengangkat ketua dan anggota KPPD serta ketua dan anggota PPK yang baru di kecamatan digelarnya pemungutan suara ulang.[odr]

Pos terkait