Moeldoko: Presiden Tak Tahu Soal Isu Kudeta Demokrat, Ngurusin Covid-19 Saja Pusing

  • Whatsapp
Moeldoko: Presiden Tak Tahu Soal Isu Kudeta Demokrat, Ngurusin Covid-19 Saja Pusing

Realitarakyat.com – Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak mengetahui soal isu kudeta di Partai Demokrat. Pemerintah, katanya, sibuk menuntaskan semua pekerjaan yang ada, khususnya menyangkut masalah pandemi COVID-19. Sehingga pemerintah tidak memikirkan masalah tersebut.

Hal itu disampaikan Moeldoko, menanggapi pernyataan Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapatkan klarifikasi soal isu ‘kudeta’.

“Bicara apa? Emang kurang kerjaan apa presiden saya ajak bicara (isu kudeta) ini. Urusan pekerjaan, ngurusin COVID aja udah nggak karu-karuan kita, pusing. Ngapain mikirin yang nggak-nggak kayak gini,” ujar Moeldoko, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/1/2021).

“Ya tadi itu artikan sendiri lah tadi lah. Orang ngopi-ngopi kok lapor presiden, yang nggak-nggak aja. Itu aja lah kira-kira. Clear kan ya,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, AHY menyatakan ada gerakan merebut paksa Partai Demokrat oleh orang lingkaran Presiden Jokowi. Oleh sebab itu, AHY menyurati Jokowi.

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Senin (1/2/2021).

Agus Harimurti Yudhoyono mendapat info gerakan ini didukung oleh sejumlah menteri dan pejabat penting di lingkaran Jokowi. Dia ingin mencari konfirmasi soal hal itu.

“Tentunya kami tidak mudah percaya dan tepat mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam permasalahan ini,” ungkap putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

“Karena itu tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” katanya lebih lanjut.(ndi)

Pos terkait