Musim Semi Paling Dingin di Eropa Sejak 2013

  • Whatsapp
Musim Semi Paling Dingin di Eropa Sejak 2013

Monitorindonesia.com – Organisasi metereologi dunia (The World Meteorological Organization: WMO), lembaga cuaca PBB melaporkan Selasa (08/06/2021) bahwa Eropa mengalami musim paling dingin Maret ke Mei sejak 2013 dengan suhu 0,45 derajat celcius di bawah rata-rata pada tahun 1191-2020.

Selama rapat dari kantor pusat di Geneva, Switzerlan, juru bicara WMO Clare Nullis memperingatkan bahwa awal suhu dingin di Eropa bertanda tidak adanya jeda terhadap masalah perubahan iklim di dunia.

Faktanya, data dari kantor layanan perubahan cuaca Uni Eropa Copernicus Climate Change Service menunjukkan suhu rata-rata global selama bulan Mei 0.26o C lebih tinggi dari rata-rata suhu pada tahun 1991-2020, menurut laman berita PBB.

Menurut berita PBB: “Suhu jauh di atas rata-rata suhu di Greenland Barat, Afrika Utara, Timur Tengah dan Rusia Barat dan Utara sementara suhu di bawah rata-rata bulan Mei dicatat terjadi di AS Tengah dan Selatan, sebagian wilayah Kanada Utara, Afrika bagian Utara dan Tengah, sebagian besar wilayah India, Rusia Timur dan Antartika Timur.”

Nullis mengatakan bahwa ada juga fenomena kenaikan Kabondioksida (CO2) dalam jumlah besar di atmosfer di Observatori Mauna Loa, stasiun pemantauan atmosfer yang dioperasikan oleh Kelautan Nasional As dan Asosiasi Atmosfer di Hawaii.

Dia mengatakan bahwa fakta CO2 memiliki umur panjang di atmosfer berarti bagi generasi masa depan dan kita tidak hanya berbicara satu atau dua generasi melainkan banyak generasi yang mendatang akan menerima dampak dari perubahan cuaca tersebut.

Nullis memperingatkan peningkatan level CO2 juga akan memberikan dampak yang serius di lautan yang menyerap hampir seperempat emisi CO2.[Yohana RJ]

Sumber : VOA News

Pos terkait