BREAKINGNEWS

Makanan Busuk hingga Keracunan Massal, DPR Minta Pengelola MBG Perketat Standar Keamanan Pangan

Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa (Dok. MI)
Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa (Dok. MI)

Jakarta, MI - Program unggulan Presiden Prabowo yang digadang-gadang menjadi tumpuan peningkatan gizi anak bangsa justru tercoreng oleh temuan makanan busuk dan kasus keracunan massal. Insiden di Lampung dan Mojokerto menjadi peringatan keras bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak boleh main-main, terutama soal kebersihan dan keamanan pangan.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperketat standar operasional dan pengawasan di lapangan.

“Kami sangat prihatin ketika anak-anak justru terdampak keracunan atau menerima makanan tidak layak. Kejadian ini menjadi alarm serius bahwa tata kelola dan pengawasan MBG harus diperbaiki secara menyeluruh. Aspek kebersihan dan keamanan pangan adalah harga mati dalam program unggulan Presiden Prabowo ini,” ujar Neng Eem di Jakarta, Sabtu  (17/1/2026).

Neng Eem menyoroti kondisi musim hujan yang mempercepat proses pembusukan bahan pangan. Menurutnya, SPPG tidak bisa bekerja dengan pola normal, tetapi harus menyesuaikan prosedur operasional standar (SOP) dengan kondisi cuaca.

“Risiko kontaminasi bisa terjadi di setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak di dapur, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah,” tegasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Neng Eem menekankan empat langkah krusial yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama, pemeriksaan ketat terhadap kualitas dan kesegaran bahan pangan sebelum masuk proses pengolahan. Kedua, penerapan standar penyimpanan yang tepat, termasuk pengaturan suhu dan distribusi agar makanan tetap segar.

Ketiga, memastikan seluruh fasilitas dapur benar-benar higienis, mulai dari peralatan masak hingga ketersediaan air bersih. Keempat, peningkatan kapasitas petugas SPPG melalui pelatihan berkelanjutan.

“Petugas SPPG harus terus di-upgrade kapasitasnya karena mereka lah yang menjadi penentu kualitas MBG,” ujarnya.

Neng Eem mengingatkan, jika persoalan ini terus berulang, bukan hanya kesehatan anak yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap program MBG.

“Jika kepercayaan masyarakat menurun, tujuan besar program ini untuk meningkatkan gizi anak-anak akan terganggu. Komisi IX akan terus mengawal agar program ini berjalan aman dan higienis,” pungkasnya.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru