Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto meresmikan ratusan jembatan yang dibangun di wilayah terdampak bencana di Sumatra pada Senin (9/3/2026). Total sebanyak 218 jembatan kini resmi dapat digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mempercepat pemulihan infrastruktur di kawasan tersebut.
Peresmian tersebut mencakup 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, serta 82 jembatan perintis yang tersebar di sejumlah daerah terdampak.
"Dengan mengucap Bismilahirrahmanirahim, pada sore hari ini, Senin 9 Maret 2026, saya Prabowo Subianto, presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dan 82 jembatan perintis," kata Prabowo, Senin (9/3/2026).
Pembangunan ratusan jembatan tersebut merupakan hasil kerja Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Perbaikan Jembatan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Prabowo mewakili pemerintah sekaligus sebagai presiden berterima kasih kepada Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan atas pembangunan jembatan tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih atas nama pemerintah Republik Indonesia, sebagai presiden Republik Indonesia, dan juga sebagai pribadi," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti pemerintah pusat hadir hingga ke tingkat dukuh, dusun, hingga desa.
"Pemerintah Republik Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan dalam kesulitan," ucapnya.
"Kita buktikan kita tidak berlindung di belakang peraturan, kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan, kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan, kita harus berani mengatasi kesulitan," tambahnya.
Menurut Prabowo, pembangunan jembatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Dengan ukuran yang lebih memadai, mobilitas warga kini menjadi lebih lancar dibanding sebelumnya.
“Saudara-saudara sekalian, inilah artinya bahwa sesungguhnya jembatan gantung di daerah terpencil yang hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya, sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan,” kata dia.

