BREAKINGNEWS

Viral Menu MBG Lele Belum Matang di Pamekasan, BGN Beri Klarifikasi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah siswa terlihat menolak membawa pulang paket MBG karena ikan lele yang disajikan masih mentah. 

Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait menu MBG yang dibagikan pada Senin (9/3/2026). Pihak sekolah dalam video tersebut menjelaskan bahwa banyak siswa enggan membawa makanan karena kondisi ikan lele yang belum matang.

Menu MBG itu diketahui disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan.

Ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan dari sisi kandungan gizi serta ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” ujar Fikri, Selasa (10/3/2026).

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menambahkan bahwa berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa jenis menu.

Dalam paket tersebut terdapat lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” jelas Nanik dalam siaran pers.

BGN juga menegaskan setiap menu dalam Program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. 

Karena itu, setiap laporan maupun polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi untuk memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.

“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Nanik.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru