BREAKINGNEWS

Dibalik Penugasan JTTS, Hutama Karya Jaga Kinerja dan Tata Kelola Operasional

Jalan Tol Hutama Karya
Jalan Tol Hutama Karya

Jakarta, MI – Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Hamdani memandang informasi mengenai pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) perlu dipahami secara komprehensif, baik dari sisi struktur pembiayaan, kemampuan bayar perusahaan, progres pembangunan, maupun manfaat infrastruktur yang dihasilkan bagi masyarakat. 

Dalam proyek infrastruktur nasional yang dibangun secara bertahap dan berjangka panjang, biaya pendanaan merupakan bagian yang melekat pada pelaksanaan penugasan dan perlu dilihat secara proporsional. 

"Sehubungan dengan hal tersebut, Hutama Karya menegaskan bahwa korporasi selalu menjadi perhatian dari berbagai kalangan. Termasuk dukungan pengawasan dari auditor, masyarakat, media, dan pihak terkait. Dengan karakter proyek yang lintas wilayah dan membutuhkan investasi besar, struktur pembiayaan JTTS memang dirancang untuk mendukung percepatan pembangunan konektivitas di Sumatra," kata Hamdani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, Hutama Karya memandang masukan dari berbagai pihak tersebut sebagai bagian dari mekanisme pengawasan yang penting dalam penguatan tata kelola perusahaan. 

"Perseroan berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku, melalui evaluasi dan langkah perbaikan yang terukur pada aspek perencanaan, pengelolaan risiko, pengendalian proyek, serta disiplin pengelolaan keuangan. Hal tersebut berefek kepada kinerja Hutama Karya dalam penerapan tata kelola," katanya.

Di tengah pelaksanaan penugasan tersebut, kinerja keuangan Hutama Karya tetap menunjukkan kondisi yang terjaga. Pada tahun buku 2024, Hutama Karya membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 30,252 triliun, EBITDA sebesar Rp 4,288 triliun, serta cashflow positif. 

"Selain itu, Perseroan mencatat rasio Interest Coverage Ratio (ICR) sebesar 2,61 kali, yang menunjukkan kapasitas operasional perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga tetap berada pada level yang memadai," ungkap Hamdani.

Dalam praktik pengelolaan keuangan korporasi, ICR, sambung dia, menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menutup beban bunga dari hasil operasionalnya. Rasio di atas 1 (satu) menunjukkan perusahaan masih memiliki kemampuan memenuhi kewajiban bunga, sedangkan rasio yang lebih tinggi menunjukkan ruang yang lebih baik dalam menjaga ketahanan keuangan. "Dengan capaian ICR tersebut, pengelolaan biaya keuangan Hutama Karya dinilai tetap berada dalam koridor yang sehat dan terukur," kata dia Hamdani.

Dari sisi pengembangan usaha, Hutama Karya juga mencatat kontrak baru sebesar Rp 18,373 triliun dan kontrak ditangan sebesar Rp 59,773 triliun pada 2025. 

"Capaian ini mencerminkan bahwa Hutama Karya tetap memiliki basis usaha yang kuat untuk mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus pelaksanaan penugasan proyek strategis nasional," ungkapnya.

Sementara itu, progres pembangunan JTTS juga terus berjalan. Berdasarkan data internal Hutama Karya, hingga Februari 2026 capaian pembangunan JTTS telah mencapai 1.105 kilometer terbangun termasuk koridor yang dikelola anak usaha Hutama Karya yakni PT Hutama Marga Waskita (Hamawas). 

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan proyek telah terefleksi dalam pembangunan konektivitas yang mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatra," sebut Hamdani.

Hutama Karya memandang setiap masukan terhadap pengelolaan proyek sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan. Evaluasi atas aspek pembiayaan, proyeksi lalu lintas, maupun peningkatan kualitas layanan menjadi ruang perbaikan yang terus ditindaklanjuti agar pelaksanaan proyek infrastruktur nasional berlangsung secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

"Dengan demikian, pembahasan mengenai JTTS perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi besaran biaya pendanaan, tetapi juga dari kemampuan bayar Hutama Karya, progres pembangunan yang telah dicapai, serta manfaat konektivitas yang dihasilkan. Dalam kerangka tersebut, Hutama Karya menegaskan bahwa pengelolaan keuangan proyek tetap dilakukan secara hati-hati, terukur, dan sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional," pungkas Hamdani.

 

Topik:

Zul Sikumbang

Penulis

Video Terbaru