Hemat BBM, Pemerintah Berlakukan WFH 1 Hari per Pekan Usai Lebaran 2026

Jakarta, MI – Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa aturan teknis terkait kebijakan tersebut tengah disiapkan dan akan segera diberlakukan pasca lebaran.
"WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan untuk ASN maupun imbauan untuk swasta," kata, Sabtu (21/3/2026).
Pemerintah memastikan kebijakan WFH ini tidak berlaku penuh, melainkan hanya satu hari dalam sepekan guna menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan efisiensi energi.
Airlangga menambahkan bahwa implementasi kebijakan ini akan dikoordinasikan bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri agar dapat berjalan efektif di lapangan.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan WFH memiliki potensi signifikan dalam mengurangi konsumsi energi, khususnya BBM.
"(Dapat menghemat) kira-kira 20 persen (penggunaan BBM)," kata Purbaya.
Namun, ia menegaskan bahwa pembatasan hanya satu hari WFH dilakukan agar tidak mengganggu kinerja pegawai.
"Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH," tuturnya.
Purbaya juga menilai, jika WFH diterapkan pada hari Jumat, maka akan tercipta akhir pekan panjang (long weekend) yang berpotensi mendorong aktivitas rumah tangga dan sektor pariwisata.
Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga memberikan stimulus ringan bagi perekonomian domestik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mendorong langkah penghematan konsumsi BBM sebagai respons terhadap dinamika global.
Dalam rapat terbatas, Presiden menilai pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah dapat berjalan efektif sekaligus menghemat energi dalam jumlah besar.
"Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo.
Topik:
