Prabowo Tegaskan: Meski Krisis Ekonomi, Program MBG Tak akan Dihentikan

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan meskipun Indonesia menghadapi tekanan ekonomi. Ia memastikan program tersebut memiliki sumber pendanaan sehingga tidak perlu dihentikan.
"Kalau minta MBG dihentikan tidak akan saya hentikan, karena Anda tidak pernah melihat anak-anak kelaparan," ujar Prabowo di YouTube akun Prabowo Subianto, Senin (23/3/2026).
Prabowo mengaku kerap menyaksikan langsung kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan bahkan kelaparan. Padahal, kata dia, mereka merupakan generasi penerus bangsa.
Oleh karena itu, ia meyakini program MBG yang juga merupakan salah satu program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bisa meningkatkan human capital.
"Di akhir nanti akan ada 31 ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan bila jalan sesuai rencana dampaknya besar bagi Indonesia," ungkapnya.
Menurut Prabowo, setiap SPPG diperkirakan akan mempekerjakan sedikitnya 50 orang. Dengan jumlah tersebut, program ini berpotensi membuka lapangan kerja bagi lebih dari 1,5 juta orang di seluruh Indonesia.
Selain itu, kebutuhan bahan baku makanan untuk program MBG juga diyakini akan menggerakkan ekonomi mikro yang notabene dikelola rakyat.
Menanggapi pertanyaan soal sumber pendanaan MBG, Prabowo menegaskan bahwa dana untuk program tersebut tersedia dari berbagai sumber. Ia bahkan menyatakan lebih rela anggaran negara digunakan untuk membayar makanan anak-anak miskin daripada dikorupsi.
"Sumber dana kita banyak, cuma banyak yang dikorupsi. Itu yang mulai saya pangkas melalui efisiensi anggaran," tegasnya.
Prabowo juga menyebut program MBG telah menarik perhatian dunia internasional. Bahkan, menurutnya, Amerika Serikat turut mempelajari sistem program tersebut di Indonesia.
Ia menilai MBG merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi Indonesia.
Topik:
