Jakarta, MI - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait kabar akan adanya perombakan atau reshuffle di Kabinet Merah Putih pada bulan ini. Isu yang beredar menyebutkan Presiden Prabowo Subianto berpotensi melakukan pergantian sejumlah menteri atau pejabat di jajaran pemerintahannya.
Teddy tidak membantah kabar tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan presiden.
"[Reshuffle] tunggu saja. Nanti Bapak Presiden yang menceritakan," kata Teddy kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2026).
Presiden Prabowo sebelumnya memang telah beberapa kali melakukan perombakan pada kabinetnya. Reshuffle terakhir dilakukan pada Kamis (5/2/2026), ketika kepala negara melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Dalam kesempatan lain, Prabowo menyebut reshuffle merupakan salah satu langkah untuk memberi peringatan kepada jajaran kabinet nakal. Ia menegaskan akan memberikan peringatan hingga dua kali sebelum memutuskan mengganti pejabat terkait.
"Anak buah saya hebat-hebat, kalau ada satu, dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih masih nakal, masih nggak mau dengar, dua kali peringatan, tiga kali, apa boleh buat reshuffle, harus diganti," tutur Prabowo dalam pidato saat menghadiri wisuda Universitas Kebangsaan RI di Bandung, Sabtu (18/10/2025).

