BREAKINGNEWS

WFH Berlaku, Layanan Karantina Tetap Ngebut: Barantin Terbitkan 6.166 Sertifikat dalam Sehari

WFH Berlaku, Layanan Karantina Tetap Ngebut: Barantin Terbitkan 6.166 Sertifikat dalam Sehari
Barantin WFH tetap tidak mengganggu operasional layanan publik (Dok. Barantin)

Jakarta, MI - Kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang diterapkan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dipastikan tidak mengganggu pelayanan publik. Di tengah upaya efisiensi energi dan peningkatan produktivitas aparatur sipil negara (ASN), layanan sertifikasi karantina tetap berjalan normal di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di Indonesia.

Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, menegaskan bahwa implementasi WFH yang mulai diberlakukan tetap menjaga kualitas layanan, khususnya dalam sertifikasi karantina.

“Kami memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan dengan baik seperti biasa, bahkan dengan adanya kebijakan WFH ini,” ujarnya,Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan ini hanya berlaku bagi ASN yang bertugas di bidang manajemen, sementara layanan publik tetap beroperasi seperti biasa. Pengaturan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi ASN di instansi pemerintah.

“Masyarakat dan pelaku usaha tetap dapat mengurus sertifikasi karantina sesuai jadwal layanan normal seperti hari kerja lainnya. Bila menemukan kendala, silakan konsultasikan melalui layanan informasi kami yang dapat diakses secara daring. Kami juga terus memantau hasil kerja harian para ASN dalam pelaksanaan WFH ini supaya berjalan optimal,” jelas Shahandra.

Sementara itu, data dari sistem Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) menunjukkan bahwa aktivitas sertifikasi tetap tinggi. Hingga Jumat (10/4/2026) pukul 14.00 WIB, Barantin telah menerbitkan total 6.166 sertifikat karantina.

Rinciannya, sebanyak 5.140 sertifikat untuk lalu lintas domestik antarpulau, 648 sertifikat ekspor, dan 378 sertifikat impor, mencakup komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari dukungan sistem digital yang semakin optimal. “Layanan publik kami tetap berjalan dengan baik. Hal ini berkat implementasi sistem digital yang efektif. Data sertifikasi hingga siang tadi untuk antarpulau, ekspor, dan impor sudah mencapai 6.166 sertifikat,” ujarnya.

Ia menambahkan, volume komoditas yang disertifikasi meliputi 413,36 ton komoditas hewan, 3,89 ribu ton komoditas ikan, dan 14,81 ribu ton komoditas tumbuhan.

Barantin, lanjut Hudiansyah, berkomitmen menjaga kualitas layanan publik di tengah penerapan WFH, sekaligus mendorong efisiensi dan produktivitas kerja. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi penipuan.

“Biaya layanan karantina sesuai ketetapan tarif PNBP dan seluruh pembayaran dilakukan melalui rekening negara. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tetap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan petugas karantina,” pungkasnya.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru