Pacitan, MI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 2 di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Pembangunan yang dilakukan di atas area seluas 77.005 meter persegi dengan nilai kontrak sebesar Rp911,48 miliar telah mencapai progres 50,47% atau lebih tinggi dibanding target rencana sebesar 50,44%.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak di daerah.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri Dody, Pacitan, Sabtu (16/5/2026).
Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero). Kawasan pendidikan tersebut dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang modern. Dalam pembangunan tahap ini, sejumlah bangunan utama yang tengah dikerjakan meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah guru, masjid, kantin, dapur umum, ruang makan, lapangan upacara, lapangan basket, mini soccer, hingga gedung penunjang lainnya.
Dengan konsep kawasan pendidikan terpadu tersebut, Sekolah Rakyat di Pacitan diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan pembinaan karakter dan peningkatan kualitas hidup bagi siswa.
Untuk memastikan penyelesaian proyek berjalan sesuai target, Kementerian PU menerapkan berbagai strategi percepatan pembangunan secara nasional, mulai dari penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja tiga shift, hingga penyesuaian metode konstruksi agar pekerjaan lebih optimal.
“Presiden Prabowo Subianto berpesan supaya selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien. Pokoknya semua Sekolah Rakyat kita upayakan bisa selesai, Insya Allah 20 Juni 2026,” ujar Menteri Dody.
Selain mendukung akses pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan tenaga kerja konstruksi dan kebutuhan material bangunan, hingga aktivitas usaha masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.
Kementerian PU optimistis keberadaan Sekolah Rakyat di Pacitan nantinya dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Jawa Timur sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan pendidikan di Indonesia.

