Jakarta, MI - Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Jalur Gaza. Informasi penangkapan ini disampaikan melalui akun media sosial Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut mengonfirmasi penangkapan sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 itu. Mereka berada di sekitar perairan Siprus, kawasan Mediterania Timur, saat insiden terjadi.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan sembilan WNI itu merupakan anggota GPCI yang ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
"Betul, berdasarkan informasi terkini pukul 07.13 WIB, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, dilaporkan telah ditangkap Israel," ujar Heni, dikutip Rabu (20/5/2026).
Heni menambahkan, Kemlu bersama Perwakilan RI terus melakukan komunikasi dan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan pihak terkait lainnya guna memastikan perlindungan bagi sembilan WNI tersebut.
"Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat," tuturnya.Portal Berita
Pemerintah Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awak dalam misi kemanusiaan internasional tersebut.
Berikut daftar sembilan WNI yang ditahan pasukan Israel:
- Herman Budianto Sudarsono (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa - (GPCI-Rumah Zakat) Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad - (GPCI-Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
- Rahendro herubowo (Tim Media GPCI) Kapal Ozgurluk.

