BREAKINGNEWS

60 Ribu Kursi PTN Tak Diambil Calon Mahasiswa, Ada Apa?

60 Ribu Kursi PTN Tak Diambil Calon Mahasiswa, Ada Apa?
60 ribu kursi calon mahasiswa baru (camaba) di perguruan tinggi negeri (PTN) dipastikan kosong karena peserta tidak melakukan daftar ulang (Foto: Ist)

Jakarta, MI - Sebanyak 60 ribu lebih kursi calon mahasiswa baru (camaba) di perguruan tinggi negeri (PTN) dipastikan kosong setelah para peserta tidak melakukan daftar ulang pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. 

Ketua Umum SNPMB, Eduart Wolok, menegaskan kursi yang ditinggalkan itu tidak akan diisi. Pasalnya, seluruh tahapan seleksi nasional telah berakhir sesuai jadwal.

"Memang kita tidak melakukan penambahan lagi tes karena memang jalur tesnya kan dibatasi waktunya. Sehingga, meskipun kuotanya kosong kita tidak isi," ujarnya saat ditemui di sela Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Eduart meluruskan informasi yang beredar mengenai 60 ribu camaba yang tidak daftar ulang. Menurutnya, angka tersebut bukan berasal dari satu jalur seleksi, melainkan akumulasi kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN, mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga jalur mandiri.

"Jadi perlu diluruskan pertama, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Tapi, itu sebenarnya total, total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur," kata Eduart.

Ia mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat calon mahasiswa akhirnya melepas kursi PTN yang sudah diraih.

1. Terkendala UKT

Salah satu penyebab utama adalah persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT). "Memang ada beberapa yang terkait dengan UKT terutama yang mendapatkan KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) ya," ungkap Eduart.

Menurut Eduart, PTN sebenarnya telah berupaya memfasilitasi mahasiswa tersebut yang keberatan soal UKT, mulai dari pengajuan UKT yang lebih rendah hingga membantu mencarikan beasiswa.

"Tapi kalau pun memang penetapannya biasanya misalnya ada keberatan, kita masih membuka ruang untuk mahasiswa misalnya meminta keringanan dan sebagainya. Iya, kasih kesempatan," tegasnya.

2. Lolos di Kampus Luar Pulau

Faktor lain adalah tingginya biaya hidup dan mobilitas bagi peserta yang diterima di PTN luar pulau. Kondisi ini kerap terjadi ketika peserta tidak memenuhi syarat sebagai penerima KIP Kuliah, sehingga harus menanggung biaya hidup dan perpindahan yang lebih besar.

"Tetapi memang agak lebih sulit kondisinya ketika dia lintas pulau. Jadi misalnya ada anak Sumatera lantas lulus di Gorontalo. Daftar lewat KIP-K tapi dia tidak eligible (jadi penerima KIP-K). Tentu agak lebih berat dia ke sana dibanding apabila dia lulus di Sumatera itu sendiri gitu. Sehingga kadang lulus, kursinya nggak diambil akhirnya dia memilih misalnya untuk lewat perguruan tinggi yang ada di Pulau Sumatera," jelasnya.

3. Mengejar Prodi Impian Lewat Jalur Mandiri

Eduart juga menyebut tidak sedikit peserta yang sengaja melepas kursi karena diterima di pilihan kedua, ketiga, atau keempat melalui SNBT. Mereka kemudian memilih tetap mengejar program studi favorit di pilihan pertama melalui jalur mandiri.

"Misalnya dia lulus di SNBT pilihan kedua, ketiga, atau keempat. Tapi dia tetap menginginkan pilihan satu dan akhirnya mengambil jalur mandiri," tuturnya.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

60 Ribu Kursi PTN Tak Diambil Calon Mahasiswa, Ada Apa? | Monitor Indonesia