Jakarta, MI - Sandra Willia Gusman, pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menjadi sorotan setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sandra tercatat memiliki harta senilai Rp1,39 miliar.
Sandra menjabat sebagai Kepala Sekretariat Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) IV BPK RI. Auditorat ini bertugas mengawasi pengelolaan keuangan negara di sektor pertanian, lingkungan hidup, dan perindustrian, sehingga posisinya dinilai strategis.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Sandra cukup lama berkiprah di bidang penelitian dan pengembangan BPK. Ia dikenal memiliki pengalaman dalam audit kinerja (performance audit) dan audit internal.
Dalam perkara TPPU SYL, Sandra telah dua kali dipanggil penyidik KPK, yakni pada 22 April 2025 dan 29 April 2025 di Gedung Merah Putih KPK.
Saat itu, Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menyatakan pemeriksaan dilakukan terhadap saksi berinisial SWG. Penyidik mendalami dugaan aliran dana serta berbagai informasi lain terkait pengembangan kasus TPPU yang berasal dari perkara korupsi di Kementerian Pertanian.
Meski masih berstatus saksi, keterlibatan pejabat BPK yang bertugas di auditorat sektor pertanian memicu perhatian karena penyidik diduga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan yang lebih luas, termasuk jalur pengawasan, proses audit, hingga aliran dana hasil tindak pidana.
Sebagai informasi, Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah divonis 12 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Jakarta dalam perkara korupsi di Kementerian Pertanian periode 2020–2023. Namun penyidikan TPPU terus berjalan untuk memburu aset dan jejak dana yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.
Harta Kekayaan Sandra Willia Gusman
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, Sandra Willia Gusman memiliki total harta senilai Rp1.396.337.826 atau sekitar Rp1,39 miliar. Sandra tercatat tidak memiliki utang.
Aset terbesar Sandra berupa tanah dan bangunan senilai Rp724,26 juta. Properti seluas 108 meter persegi dengan bangunan 46 meter persegi di Kota Tangerang itu dilaporkan merupakan hasil sendiri.
Berikut rincian harta kekayaannya:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 724.260.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 108 m2/46 m2 di KAB / KOTA KOTATANGERANG , HASIL SENDIRI Rp. 724.260.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 169.000.000
- MOBIL, HONDA BR-V Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp.150.000.000
- MOTOR, HONDA BEAT Tahun 2025, HASIL SENDIRI Rp.19.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 503.077.826
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 1.396.337.826
HUTANG Rp. ----
TOTAL HARTA KEKAYAAN --- Rp. 1.396.337.826
