Jakarta, MI - Memasuki musim kemarau, pemerintah diminta tidak lengah dalam menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian. Kesiapan infrastruktur irigasi, distribusi pupuk, hingga mitigasi risiko kekeringan dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
Demikian dikatakan anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026). Ia menilai awal musim kemarau merupakan momentum krusial untuk menyusun strategi yang matang agar produksi pertanian tetap stabil.
Johan menyebut, kesalahan dalam perencanaan pada fase awal musim kemarau dapat memicu kekeringan yang berdampak langsung terhadap hasil panen, bahkan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
"Memasuki musim kemarau, pemerintah harus menjadikan fase ini sebagai momentum menyusun perencanaan yang matang. Keberhasilan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional sangat ditentukan oleh kesiapan kita sejak awal. Jika perencanaan keliru, dampaknya bukan hanya kekeringan yang mengganggu produksi, tetapi juga potensi kebakaran hutan dan lahan yang bisa terjadi sewaktu-waktu," ujar Johan, Rabu (8/7/2026).
Politisi PKS ini menegaskan, seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan berbagai faktor penunjang produksi pertanian berjalan optimal. Menurutnya, sistem irigasi yang berfungsi baik dan distribusi pupuk yang lancar menjadi dua aspek utama yang tidak boleh diabaikan selama musim kemarau berlangsung.
"Kita harus memastikan jaringan irigasi bekerja secara optimal sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi. Selain itu, distribusi pupuk kepada petani juga harus berjalan lancar dan tepat waktu. Dengan kesiapan tersebut, kita dapat menjaga agar produksi pertanian tetap stabil dalam kondisi apa pun," katanya.
Johan menambahkan, upaya antisipatif sejak awal musim kemarau merupakan investasi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi, menurutnya pemerintah harus memperkuat koordinasi lintas sektor agar ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga.
"Ketahanan pangan tidak bisa dibangun secara reaktif. Kita harus bekerja sejak awal dengan perencanaan yang baik, kolaborasi yang kuat, dan langkah-langkah preventif agar produktivitas pertanian nasional tetap terjaga serta kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi," pungkasnya.
